POSKOTASUMATERA.COM-SITINJAK-PONPES Badrul Nuril Musthafa yang berada di Lingkungan VI Pagaran, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan keagamaan sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki kompetensi ilmu agama dan keterampilan sosial. Lembaga pendidikan Islam ini kini didukung sekitar 20 orang guru berpendidikan Strata 1 (S1) yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing, salah satunya Ustazd H.Badialah Sitompul Al Makky (Iman besar Al.Hidayah Desa Parsalakan) sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih terarah, sistematis, dan adaptif terhadap kebutuhan santri.
Dari sisi peserta didik, Ponpes Badrul Nuril Musthafa telah memiliki sekitar 150 santriwan dan santriwati. Jumlah tersebut menjadi indikator adanya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai keislaman. Pendidikan pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pemahaman agama.
Pembina Yayasan Harmeni Batubara SH, Pimpinan Ponpes Badru Nuril Musthafa atau Mudir, Isnan Siagian, S.Pd., yang juga Ketua MUI Kecamatan Angkola Barat priode 2021 -2026 menjelaskan bahwa arah pengembangan pesantren ke depan tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran di lingkungan internal, tetapi juga pada kaderisasi sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat. Para santri diproyeksikan memiliki kemampuan untuk tampil sebagai muhajjin dan khatib secara bergiliran dalam berbagai kegiatan keagamaan di wilayah Kecamatan Angkola Barat. Konsep tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik dan pengabdian masyarakat.
Penguatan wawasan keislaman juga dilakukan melalui kegiatan pengajian dan tabligh akbar yang dilaksanakan secara berkala. Dalam kegiatan tersebut, pesantren menghadirkan sejumlah ustaz dan guru berpengalaman, termasuk dari lingkungan Mustafawiyah Purba baru, Mandailing Natal. Di antaranya Ustaz H. Ahmad Nurdin Nasution, S.Pd., Ustaz H.Mahadi Nasution, Alm.Ustaz Muhammad yahya waloni, dan Ustaz Makruf Harahap S.Pd. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan ruang bagi santri untuk memperoleh perspektif keilmuan yang lebih luas serta memperkaya tradisi intelektual keagamaan di lingkungan pesantren.
Selain tabligh akbar, kegiatan pembinaan keagamaan juga berlangsung secara rutin setiap hari Selasa melalui Zikir Akbar dan pengajian Malim Sobar. Kegiatan tersebut diisi oleh Ustaz Isnan, Ustaz Ali Muksin Nasution, dan Ustaz Aidul Ependi Lubis, S.Pd. Forum pengajian ini menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus membangun budaya belajar yang konsisten. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan agama tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diarahkan agar mampu diterapkan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Pada aspek kurikulum, Kepala Sekolah Wustho, H. Ali Hamjah Hasibuan, S.Pd., yang juga Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Angkola Barat, dan juga Kepala Sekolah tingkat Ulya Mahadir Ritonga SE.S.Pd menyampaikan bahwa pembelajaran santri mencakup kajian kitab kuning serta sejumlah mata pelajaran umum, seperti matematika, bahasa Inggris, dan pendidikan jasmani dan kesehatan. Pesantren juga memberikan les tambahan yang meliputi tahfiz dan tahsin Al-Qur'an, tabligh Al-Qur'an serta muzakarah. Perpaduan antara ilmu agama dan pengetahuan umum tersebut menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan santri menghadapi perkembangan zaman.
Di tengah perkembangan tersebut, Ponpes Badru Nuril Musthafa masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Beberapa kebutuhan utama meliputi pembangunan ruang kelas baru, pembangunan pagar, penambahan asrama dan fasilitas MCK, serta pengadaan sarana air bersih. Pemenuhan fasilitas tersebut sangat penting karena pertumbuhan jumlah santri harus diimbangi dengan lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan memenuhi standar kelayakan pendidikan.
Dengan dukungan tenaga pendidik yang kompeten, jumlah santri yang terus berkembang, serta program pendidikan agama dan umum yang terintegrasi, Ponpes Badru Nuril Muthafa memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pendidikan dan pembinaan generasi Islam di Kecamatan Angkola Barat. Penguatan infrastruktur dan dukungan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pengembangan pesantren, sehingga cita-cita melahirkan santri yang berilmu, berakhlak, mampu membaca kitab kuning, menguasai Al-Qur'an, serta siap berkontribusi sebagai dai, muhajjin, khatib, dan pelayan masyarakat dapat diwujudkan secara berkelanjutan.(PS/BERMAWI)

