POSKOTASUMATERA.COMTAPANULI SELATAN — PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE), selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, melaksanakan kegiatan sosialisasi lingkungan dan keanekaragaman hayati (biodiversity) bersama para santri Pondok Pesantren Syekh Ahmad Basyir, Parsariran, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut mengangkat tema “Jaga Hutan, Jaga Satwa”, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Sosialisasi tersebut dirancang sebagai kegiatan edukasi lingkungan yang menyasar anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus. Para santri diperkenalkan pada konsep biodiversitas, yaitu keberagaman makhluk hidup yang mencakup tumbuhan, satwa, serta berbagai organisme yang membentuk suatu ekosistem. Pemahaman tersebut penting karena kelestarian hutan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan pepohonan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan rantai kehidupan di dalamnya.
Melalui pendekatan edukatif, para santri diajak memahami hubungan erat antara hutan dan satwa. Hutan berfungsi sebagai habitat, sumber makanan, tempat berkembang biak, sekaligus ruang ekologis bagi berbagai jenis satwa. Ketika tutupan hutan mengalami kerusakan atau terfragmentasi, keseimbangan ekologis dapat terganggu dan berpotensi memengaruhi keberlangsungan populasi satwa serta fungsi lingkungan secara keseluruhan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran bahwa perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi sejak usia sekolah dinilai memiliki nilai strategis karena dapat membentuk perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memahami pentingnya tidak mengganggu atau memperdagangkan satwa liar.
Bagi kawasan Batang Toru dan sekitarnya, isu konservasi memiliki arti penting karena kawasan hutan merupakan bagian dari sistem ekologis yang menopang kehidupan masyarakat. Karena itu, pengenalan mengenai biodiversitas kepada generasi muda di sekitar wilayah operasional PLTA Batang Toru menjadi langkah edukatif untuk membangun perspektif bahwa pembangunan energi dan kelestarian lingkungan perlu berjalan secara beriringan.
PT NSHE melalui kegiatan tersebut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong munculnya kesadaran ekologis di kalangan santri. Pesan “Jaga Hutan, Jaga Satwa” diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa keberadaan hutan dan satwa memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas lingkungan serta keberlanjutan kehidupan manusia. Generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap konservasi alam.
Sosialisasi biodiversitas bersama Pondok Pesantren Syekh Ahmad Basyir tersebut pada akhirnya menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan aspek pendidikan, lingkungan, dan konservasi. Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, pengetahuan tentang keanekaragaman hayati diharapkan tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi berkembang menjadi sikap dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Dari ruang kelas dan pesantren, kesadaran untuk menjaga hutan dan satwa dapat tumbuh menjadi gerakan bersama demi keberlanjutan ekosistem Batang Toru.(PS/BERMAWI)



