POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Ada hari-hari tertentu yang bukan sekadar tercatat dalam kalender, tetapi menetap dalam ingatan. Bagi Hamonangan, S.Sos., MM, Senin, 10 Agustus 2026, menjadi salah satu hari penting dalam perjalanan pengabdiannya. Pada hari itu, ia resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pelantikan tersebut bukan hanya tentang berpindahnya sebuah jabatan. Di balik prosesi resmi itu, ada tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya. Sebab, berbicara tentang perhubungan berarti berbicara tentang kehidupan sehari-hari masyarakat—tentang anak sekolah yang berangkat pagi, pekerja yang mengejar waktu, angkutan yang membawa hasil pertanian, hingga masyarakat yang membutuhkan perjalanan aman untuk berbagai keperluan.
Kepercayaan tersebut diberikan oleh Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., CA. Amanah itu sekaligus menjadi tantangan bagi Hamonangan untuk menghadirkan tata kelola transportasi yang semakin tertib, aman dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi masyarakat, wajah pelayanan transportasi sering kali dirasakan dari hal-hal sederhana. Ketika lalu lintas tertib, keselamatan pengguna jalan terjaga, pelayanan angkutan berjalan baik dan mobilitas barang maupun manusia berlangsung lancar, di situlah pemerintah benar-benar hadir. Karena itu, tugas Dinas Perhubungan tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.
Hamonangan menyadari bahwa amanah tersebut tidak ringan. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Bupati Tapanuli Selatan. Baginya, jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas, kerja keras dan semangat pengabdian.
Di balik langkah barunya itu, terselip pula harapan agar seluruh jajaran Dinas Perhubungan dapat bergerak sebagai sebuah tim. Tantangan transportasi tidak mungkin diselesaikan seorang diri. Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha transportasi, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, Hamonangan juga memohon doa serta dukungan dari keluarga, jajaran Dinas Perhubungan dan seluruh masyarakat Tapanuli Selatan. Ia berharap dukungan tersebut menjadi energi untuk membangun budaya kerja yang profesional, responsif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Momentum 10 Agustus 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar tanggal pelantikan. Ia menjadi titik awal perjalanan baru—sebuah perjalanan yang akan diuji oleh seberapa jauh kebijakan mampu diterjemahkan menjadi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan semangat “Sinergi Tapsel Bangkit”, Hamonangan bersama jajaran Dinas Perhubungan diharapkan mampu menghadirkan perubahan secara bertahap namun nyata. Transportasi yang aman, tertib, manusiawi dan efisien bukan hanya mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dari denyut ekonomi dan pembangunan Tapanuli Selatan.
Sebab pada akhirnya, memimpin bukan hanya tentang berada di depan, tetapi tentang memastikan masyarakat dapat melangkah dengan lebih aman, lebih nyaman dan lebih mudah. Melayani dengan hati, bekerja dengan nyata—itulah semangat yang dibawa Hamonangan mengawali amanah barunya.(PS/BERMAWI)
