POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Di tengah munculnya keluhan mengenai sulitnya kepala sekolah bertatap muka dengan pimpinan Cabang Dinas Pendidikan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Dasuki Siregar, ST, akhirnya angkat bicara.
Ia memberikan penjelasan bahwa persoalan tersebut tidak semestinya berhenti pada kesan atau persepsi. Menurutnya, jika memang ada kepala sekolah yang merasa kesulitan mendapatkan pelayanan, maka persoalannya harus disampaikan secara terang agar dapat diketahui letak persoalannya.
“Siapa saja kepala sekolah yang mengeluh itu? Apakah pelayanan terhambat atau tidak? Kalau terhambat, pelayanan yang mana? Harus jelas poinnya,” tegas Ahmad Dasuki.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa dirinya membuka ruang untuk setiap persoalan yang benar-benar berkaitan dengan kepentingan kedinasan. Ia menilai, komunikasi antara Cabang Dinas Pendidikan dan kepala sekolah merupakan bagian penting dalam memastikan roda pelayanan pendidikan tetap berjalan.
Ahmad Dasuki menegaskan, kepala sekolah yang datang dengan kepentingan kedinasan tetap akan dilayani. Namun, ia juga memberikan batas yang menurutnya perlu dipahami bersama, bahwa pertemuan dengan pimpinan Cabang Dinas Pendidikan harus berkaitan dengan tugas dan kepentingan pemerintahan.
“Kalau untuk bertatap muka dengan kepala sekolah, kalau keperluan dinas, pasti dilayani. Tapi di luar itu pasti tidak saya layani,” ujarnya.
Bagi Ahmad Dasuki, profesionalisme dalam menjalankan tugas bukan berarti menutup pintu komunikasi, melainkan menempatkan komunikasi pada jalur yang tepat. Kepala sekolah memiliki kebutuhan administrasi, koordinasi, maupun pelayanan kedinasan yang harus mendapat respons sesuai mekanisme dan kewenangan.
Ia juga memastikan dinamika penugasan pejabat tidak boleh berdampak terhadap pelayanan pendidikan. Bahkan apabila nantinya dirinya definitif bertugas di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Sibolga–Tapanuli Tengah, pelayanan pendidikan di Wilayah XI tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.
Pada akhirnya, persoalan pelayanan tidak hanya dapat dilihat dari seberapa sering seorang kepala sekolah bertemu langsung dengan kepala cabang dinas. Yang jauh lebih penting adalah apakah kebutuhan kedinasan dapat diselesaikan, komunikasi dapat berjalan, administrasi mendapatkan respons, dan pelayanan kepada satuan pendidikan tetap berlangsung secara efektif. Karena itu, Ahmad Dasuki meminta setiap keluhan disampaikan secara konkret agar dapat diverifikasi dan dicarikan solusi secara objektif.(PS/BERMAWI)
