Ketua BAZNAS Tapsel Jon Sujani Pasaribu Memberikan Penjelasan Program Zakat
POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapanuli Selatan terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat di 15 kecamatan. Kegiatan sosialisasi dan penyampaian program tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Batang Angkola, Selasa (29/9/2026), dengan melibatkan peserta dari petani mustahik dan Asnaf dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Angkola. Mengusung semangat “Zakat Penolong Sesama di Dunia, Menjadi Penyelamat di Akhirat”, BAZNAS Tapsel mengajak masyarakat menjadikan zakat sebagai kekuatan sosial untuk membantu sesama sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan, Jon Sujani Pasaribu, menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan terukur agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia juga meminta media massa menjadi mitra strategis BAZNAS dalam mempublikasikan berbagai program, sehingga informasi mengenai pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana zakat.
Salah satu program unggulan BAZNAS Tapsel adalah zakat produktif bergulir bagi kelompok tani mustahik. Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan agar memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan melalui kegiatan usaha produktif.
BAZNAS Tapsel menyebut telah menjalin kerja sama dengan sekitar 70 kelompok yang menjalankan kegiatan produksi. Melalui pendekatan pemberdayaan tersebut, zakat tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga diarahkan menjadi modal penggerak ekonomi keluarga penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, program zakat produktif mengedepankan pola kemitraan tripartit yang melibatkan kelompok tani mustahik, pendamping teknis, serta pihak-pihak pendukung lainnya. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah budidaya jagung pipil, di samping komoditas pertanian lain yang memiliki peluang pasar dan dukungan off-taker atau pihak penyerap hasil produksi. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat rantai usaha pertanian, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil panen, sehingga petani memiliki kepastian usaha yang lebih baik.
Jon Sujani Pasaribu menjelaskan bahwa keberhasilan petani menjadi sasaran utama program tersebut. Oleh karena itu, penggunaan bibit unggul berkualitas, pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta pengawasan proses budidaya menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas. BAZNAS menegaskan bahwa dana zakat produktif tidak boleh dimanfaatkan untuk mencari keuntungan bagi lembaga, melainkan harus sepenuhnya diarahkan untuk mendukung keberhasilan usaha para mustahik. Dengan pendampingan yang tepat, petani diharapkan mampu memperoleh hasil panen maksimal dan meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Pada sektor budidaya jagung pipil, program ini menargetkan dukungan pembiayaan hingga Rp15 juta per hektare, dengan potensi nilai hasil produksi yang ditargetkan mencapai Rp38,5 juta untuk setiap kelompok tani. Target tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani penggarap untuk mengembangkan usaha pertanian secara lebih produktif dan terencana. Meski demikian, pencapaian hasil tetap bergantung pada kualitas bibit, kondisi lahan, pemeliharaan tanaman, serta kondisi pasar. Melalui evaluasi dan pendampingan berkelanjutan, BAZNAS Tapsel berupaya memastikan program berjalan secara efektif dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi penerima manfaat.
Selain zakat produktif, BAZNAS Tapsel juga menjalankan program beasiswa dan pendidikan bagi mahasiswa cendekiawan BAZNAS, bantuan zakat konsumtif untuk delapan golongan penerima zakat (asnaf), serta bantuan insidental bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang pendidikan, perhatian diberikan kepada anak-anak berprestasi yang berhasil masuk peringkat lima besar, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus menjaga motivasi belajar agar prestasi akademik para penerima beasiswa tetap terpelihara dan terus meningkat.
Melalui berbagai program tersebut, BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan berkomitmen menjadikan zakat sebagai kekuatan pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Sinergi antara BAZNAS, kelompok tani, nazir masjid, KUA, penyuluh pertanian, media massa, serta para pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu memperluas manfaat zakat hingga ke seluruh kecamatan.
Dengan pengelolaan yang transparan, pendampingan yang terarah, dan program yang berkelanjutan, zakat diharapkan tidak hanya meringankan beban mustahik, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Selatan.(PS/BERMAWI)
