POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA — Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 580 Panitia Pemilihan Pengulu Tingkat Kute (P3) se-Aceh Tenggara resmi berakhir, Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam mematangkan kesiapan panitia menghadapi Pemilihan Pengulu Serentak pada November 2026 mendatang.
Sebanyak 580 panitia yang mengikuti Bimtek merupakan perwakilan dari 116 Kute yang akan melaksanakan Pemilihan Pengulu Serentak di Kabupaten Aceh Tenggara.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Bappeda Aceh Tenggara itu memberikan pembekalan kepada panitia terkait tugas, fungsi serta teknis pelaksanaan pemilihan agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kute (DPMK) Aceh Tenggara, Zahrul Akmal, S.STP, MM, berharap seluruh materi yang diperoleh selama Bimtek tidak hanya menjadi pengetahuan di dalam ruang pelatihan, tetapi benar-benar dapat diterapkan ketika panitia kembali menjalankan tugas di masing-masing Kute.
“Semoga dengan adanya Bimtek ini untuk semua panitia bisa membawa dampak positif dan bisa mengaplikasikan di desa saat hari H pemilihan kepala desa serentak nanti pada bulan November 2026,” ujar Zahrul kepada Poskotasumatra.com, Senin (07/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Pilpengulu Serentak tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pemerintah daerah, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan panitia di tingkat Kute dalam menjalankan seluruh tahapan secara profesional dan sesuai aturan.
Panitia juga dituntut mampu menjaga integritas serta memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh peserta pemilihan. Hal tersebut penting agar proses demokrasi di tingkat Kute dapat berlangsung secara tertib dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Sebelumnya, dalam pelaksanaan Bimtek, DPMK juga menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, netralitas serta kepatuhan terhadap aturan bagi seluruh panitia.
Dengan berakhirnya Bimtek, tugas panitia kini memasuki tahapan berikutnya. Pembekalan yang telah diterima diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi berbagai dinamika yang kemungkinan muncul menjelang maupun saat pelaksanaan pemilihan.
Zahrul berharap seluruh panitia dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik sehingga pelaksanaan Pemilihan Pengulu Serentak Aceh Tenggara pada November 2026 dapat berlangsung aman, tertib, transparan dan sesuai ketentuan.
“Yang paling penting, apa yang sudah didapat selama Bimtek dapat diterapkan di lapangan. Jangan hanya selesai di Bimtek, tetapi menjadi pedoman bagi panitia dalam melaksanakan tugas sampai hari H,” harapnya.
Kini, setelah Bimtek dinyatakan selesai, perhatian beralih pada kesiapan masing-masing panitia di 116 Kute. Integritas dan profesionalisme mereka akan menjadi salah satu kunci untuk memastikan pesta demokrasi tingkat Kute berjalan jujur, adil dan dapat diterima seluruh masyarakat.(PS/ASP)

