POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung perkembangan pemulihan pascabencana di Kecamatan Batangtoru. Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak nyata bagi warga terdampak.
Dalam peninjauan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Hapesong Baru, tercatat sebanyak 207 kepala keluarga (KK) telah menempati hunian yang disediakan. Meski pembangunan tempat tinggal telah menunjukkan kemajuan, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus mengupayakan solusi melalui penarikan sumber air ke kawasan Huntap maupun distribusi air menggunakan sistem dropping apabila kondisi di lapangan membutuhkan.
Sementara itu, pembangunan Huntap Napa dengan rencana sekitar 699 unit rumah saat ini tengah diproses oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Perkembangan positif ditunjukkan dengan telah diterbitkannya izin pengerjaan fisik dari PTPN, sembari proses pelepasan aset terus berjalan. Pemerintah daerah berharap dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 serta penerapan sistem rumah knock down dapat mempercepat pembangunan sehingga masyarakat terdampak segera memperoleh hunian yang layak dan aman.
Selain sektor perumahan, rombongan juga meninjau Jembatan Garoga 2, salah satu infrastruktur vital bagi konektivitas masyarakat. Jembatan tersebut direncanakan dibangun secara permanen dengan bentang sekitar 50 meter tanpa pilar tengah dan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir Desember. Desain tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga meningkatkan ketahanan konstruksi terhadap dinamika aliran sungai.
Upaya mitigasi bencana juga menjadi bagian penting dalam agenda pemulihan. Penanganan alur sungai, pembangunan tanggul, sand pocket, serta penguatan tebing dipandang sebagai langkah teknis untuk mengurangi risiko banjir dan longsor di masa mendatang. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada peningkatan kapasitas wilayah dalam menghadapi ancaman bencana.
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Batangtoru. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah warga memiliki arti penting karena proses pemulihan membutuhkan koordinasi lintas sektor, dukungan anggaran, serta pengawasan agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pemulihan bukan hanya membangun kembali rumah dan infrastruktur, tetapi juga mengembalikan rasa aman, kehidupan dan harapan masyarakat. Tapsel harus pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” menjadi semangat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat pemulihan Batangtoru secara menyeluruh. Dengan pembangunan hunian tetap, penyediaan air bersih, rekonstruksi jembatan, serta penguatan sistem mitigasi bencana, proses pemulihan diarahkan tidak sekadar mengembalikan kondisi sebelum bencana, tetapi membangun kawasan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat Tapanuli Selatan.(PS/BERMAWI)
