Bupati Tapsel Turun ke Desa, Dorong Pemulihan Ekonomi, Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan

/ Minggu, 27 September 2026 / 19.57.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu bersama Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, sejumlah pimpinan OPD, unsur Forkopimcam serta anggota DPRD Tapsel turun langsung ke desa dan kelurahan dalam rangkaian kunjungan kerja di Kecamatan Angkola Selatan dan Angkola Sangkunur, Minggu (27/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana.

Kunjungan lapangan tersebut diarahkan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah, menyerap aspirasi masyarakat serta memetakan persoalan yang membutuhkan penanganan prioritas. 


Di tengah keterbatasan fiskal dan proses pemulihan akibat bencana, pemerintah dituntut melakukan intervensi secara lebih terukur dan tepat sasaran. Bupati Gus Irawan menegaskan, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat diperlukan agar kebijakan pembangunan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat di tingkat desa.


Salah satu agenda penting dilakukan di Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, melalui penebaran 15.500 ekor benih ikan yang terdiri atas ikan jurung, mas, tawes, baung dan gurami. Benih tersebut dikelola Pokmaswas Naposo Nauli Bulung (NNB) Sibongbong pada kawasan sungai sepanjang sekitar 1,2 hingga 1,5 kilometer. Kelompok Pokmaswas Rap-Rim Sibongbong juga menerima 14.500 ekor benih ikan untuk dikembangkan pada kawasan sungai sekitar 1,8 kilometer. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga diarahkan untuk memulihkan ekosistem perairan melalui pengelolaan berbasis masyarakat.


Bupati menekankan bahwa keberhasilan program Lubuk Larangan sangat bergantung pada konsistensi masyarakat dalam menjaga kualitas sungai, terutama kawasan hulu. Larangan membuang sampah dan menangkap ikan dengan cara yang merusak menjadi bagian penting dari pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan. Prinsip tersebut juga terlihat dalam pembukaan Lubuk Larangan Nurul Falah di Garonggang, Lingkungan I Kelurahan Pardomuan, yang telah berjalan sejak 2006. 


Selama hampir dua dekade, pengelolaannya telah memberikan manfaat sosial dan ekonomi, termasuk mendukung penyediaan lahan untuk fasilitas publik seperti kantor lurah, sekolah dan Masjid Nurul Falah.

Pengembangan Lubuk Larangan juga dikaitkan dengan program Seribu Kolam Pemkab Tapsel dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produksi ikan daerah.


 Bupati menyebut pengelolaan perikanan berbasis masyarakat memiliki dimensi yang lebih luas karena menggabungkan kepentingan ekonomi dengan konservasi lingkungan. Potensi tersebut bahkan dapat dikembangkan menjadi wisata berbasis alam, khususnya wisata memancing, sehingga menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan kelestarian sumber daya alam sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi lokal.


Sementara itu, di Desa Aek Natas, pemerintah daerah menyerahkan 500 kilogram benih padi varietas Gamagora untuk areal sekitar 20 hektare. Varietas tersebut dinilai adaptif terhadap kondisi lahan dengan ketersediaan air terbatas, dengan hasil demplot yang disampaikan Dinas Pertanian menunjukkan produktivitas rata-rata sekitar 9,2 ton per hektare, meskipun hasil aktual tetap bergantung pada kondisi lahan dan pengairan.


Bupati meminta penyuluh pertanian memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar bantuan benih mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani. Ia juga mendorong rotasi padi dan jagung pada lahan yang mengalami keterbatasan air agar lahan tetap produktif sepanjang musim.


Langkah tersebut menjadi semakin penting karena lebih dari 3.000 hektare sawah di Tapsel dilaporkan terdampak gagal panen atau puso akibat banjir bandang pada 25 November tahun sebelumnya. Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan lahan secara adaptif, termasuk pengembangan jagung pada lahan yang belum dapat ditanami padi akibat kerusakan irigasi. Selain itu, Pemkab Tapsel mendorong akses pembiayaan melalui KUR Bank Sumut serta dukungan zakat produktif Baznas bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan. 


Dalam konteks pemulihan ekonomi, pendekatan tersebut diarahkan agar lahan tidak menganggur dan masyarakat tetap memiliki sumber pendapatan tanpa mengubah fungsi sawah secara permanen.

Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga ditunjukkan melalui perhatian pemerintah terhadap aktivitas penambangan tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat.


 Bupati menegaskan bahwa penertiban perlu diikuti dengan alternatif mata pencaharian yang legal dan produktif, seperti peternakan, perikanan dan pertanian. Di Kecamatan Angkola Sangkunur, tiga kelompok usaha bersama di Kelurahan Rianiate masing-masing menerima 11.500 ekor benih ikan untuk dikembangkan pada kawasan sungai sekitar 1,5 kilometer. Bersamaan dengan itu, pemerintah meninjau perbaikan jembatan gantung di Desa Sibongbong dan Huntap Tandihat. 


Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya Pemkab Tapsel mengintegrasikan pemulihan infrastruktur, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal dan konservasi lingkungan dalam satu kebijakan pembangunan berbasis desa. Bupati menegaskan bahwa kunjungan lapangan akan terus dilakukan agar setiap program pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan memberikan manfaat yang terukur.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: