POSKOTASUMATERA.COM, GUNUNGSITOLI - Pergantian tongkat komando Polres Nias dari AKBP Agung Suprapto Dwi Cahyono kepada AKBP Ponzi Indra berlangsung dalam suasana hangat, haru, dan penuh kekeluargaan di Gunungsitoli.
Setelah mengabdi selama satu tahun dua bulan lima hari, AKBP Agung menyebut Nias sebagai lembaran paling indah dalam perjalanan kariernya. Nias adalah tempat pertama ia mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil).
"Bagi saya dan keluarga, masa tugas di sini menjadi pengalaman yang luar biasa. Kedekatan, toleransi dan kebersamaan yang kami rasakan di Nias akan menjadi bagian yang sangat berharga dalam perjalanan hidup dan karier kami," ujar AKBP Agung saat menyampaikan sambutannya di Pendopo Bupati Nias, Kelurahan Pasar, Gunungsitoli, Jum'at (18/9/2026) malam.
Wilayah hukum Polres Nias meliputi Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Nias Utara, dan Nias Barat.
Agung menegaskan, stabilitas keamanan yang terjaga bukan hasil kerja Polri semata, melainkan buah kolaborasi semua pihak.
"Keberhasilan tersebut bukan karena kehebatan Polres Nias semata. Ada koordinasi, komunikasi dan kolaborasi yang berjalan baik dan saling gayung bersambut," katanya.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan permohonan maaf.
"Sebagai manusia biasa tentu saya tidak luput dari khilaf. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya bersama keluarga memohon maaf," ucapnya.
Ponzi Siap Lanjutkan Sinergi
Kapolres Nias yang baru, AKBP Ponzi Indra, menyatakan siap melanjutkan hal-hal positif yang telah dibangun pendahulunya.
"Kami tentu tidak dapat bekerja sendiri. Saya berharap koordinasi, komunikasi dan kebersamaan yang selama ini telah terbangun dapat terus kita jaga dan semakin diperkuat," ujar Ponzi.
Ia berharap dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat Tanö Niha.
"Kami datang untuk melanjutkan pengabdian. Kami mohon diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Nias. Mari bersama-sama menjaga Kepulauan Nias tetap aman, damai dan kondusif," katanya.
FORKADA: Datang Karena Tugas, Dilepas Sebagai Keluarga
Bupati Nias Barat sekaligus Koordinator Forum Kepala Daerah (FORKADA) se-Kepulauan Nias, Dr. Eliyunus Waruwu, menyampaikan penghargaan mendalam atas pengabdian AKBP Agung.
"Yang satu membawa kenangan, yang satu membawa harapan. Tetapi keduanya dipertemukan oleh tujuan yang sama, yaitu mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara," ujar Eliyunus.
Kepada Agung, ia menitipkan pesan emosional yang menjadi inti dari malam itu.
"Bapak datang ke Nias karena tugas, tetapi kami melepas Bapak sebagai keluarga. Bapak boleh meninggalkan Nias karena tugas, tetapi jangan pernah merasa bahwa Nias meninggalkan Bapak," katanya.
Menurutnya, nilai pengabdian tidak diukur dari lamanya waktu.
"Satu tahun dua bulan lima hari mungkin tidak panjang bila dihitung dengan kalender. Tetapi nilai pengabdian tidak hanya diukur dari waktu. Ia dilihat dari hubungan yang dibangun, kepercayaan yang dijaga dan kebaikan yang ditinggalkan," ujar Eliyunus.
Kepada Kapolres baru, ia menyambut dengan tangan terbuka.
"Selamat datang di Tanö Niha. Mulai hari ini Bapak dan keluarga adalah bagian dari keluarga besar masyarakat Kepulauan Nias," ujarnya.
Kemesraan Tutup Malam Perpisahan
Momen paling emosional terjadi di penghujung acara ketika AKBP Agung bersama istri dan AKBP Ponzi bersama istri tampil bersama menyanyikan lagu "Kemesraan".
Momen itu menjadi simbol sederhana estafet kepemimpinan di Polres Nias. Satu keluarga bersiap meninggalkan Nias setelah menyelesaikan tugas, satu keluarga lainnya baru memulai perjalanan pengabdian di Tanö Niha.
Malam lepas sambut pun ditutup dengan satu pesan kuat: jabatan boleh berganti dan tempat tugas boleh berubah, tetapi persaudaraan yang telah terbangun tetap tinggal.
Yang pergi membawa kenangan, yang datang membawa harapan. (PS/356)
