Hal tersebut disampaikan Diah Listi Yurini, selaku PIC Yayasan Panti Rehabilitasi Nasuha. Menurutnya, keberadaan Dapur SPPG tidak sekadar menjadi tempat penyediaan makanan, tetapi juga bagian penting dalam memastikan kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi secara tepat, terukur, dan berkelanjutan.
“Mendukung Dapur SPPG adalah pilihan yang tepat untuk menjamin pemenuhan nutrisi yang presisi dan terukur. Dengan pengelolaan yang baik, kebutuhan gizi penerima manfaat dapat diperhatikan secara lebih terarah,” ujar Diah Listi Yurini.
Ia menilai, pemenuhan gizi harus dilakukan dengan memperhatikan kualitas, keseimbangan serta kebutuhan penerima manfaat. Karena itu, pengelolaan Dapur SPPG diharapkan terus mengedepankan standar kebersihan, keamanan pangan serta ketepatan komposisi makanan.
Diah juga berharap keberadaan Dapur SPPG dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan serta sumber daya manusia.
“Yang terpenting adalah bagaimana program ini benar-benar memberikan manfaat dan memastikan makanan yang disalurkan memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat secara baik,” katanya kepada Poskotasumatra.com, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, yayasan maupun masyarakat menjadi bagian penting agar pelaksanaan program pemenuhan gizi dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
Dengan dukungan berbagai pihak, Dapur SPPG diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen penting dalam menghadirkan pemenuhan gizi yang tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas, terukur dan berkelanjutan. (PS/ASP)
