![]() |
| Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal melihat langsung sistem produksi jagung dan pakan oleh petani binaan PLN Nusantara Power UP Arun. FOTO | DAHLAN AMRY |
POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE -- Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal, mengapresiasi konsistensi PLN Nusantara Power UP Arun dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. Menurut Faisal, program tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi sekaligus membangun usaha secara mandiri.
“Kami sangat berterima kasih atas support dan dukungan dari PLN Nusantara Power. Kami berharap usaha-usaha seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Faisal dari Fraksi Partai Aceh.
Ia juga mengingatkan agar berbagai fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dikelola secara bertanggung jawab sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan kelompok tani semakin berkembang, semakin mandiri, dan ke depan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk ikut mengembangkan usaha pertanian,” katanya.
Program Meusara selanjutnya diarahkan untuk terus berkembang melalui peningkatan kapasitas kelompok tani, perluasan lahan, diversifikasi komoditas, hingga perluasan penerima manfaat.
Dengan konsep pertanian terintegrasi, hasil produksi dapat memberikan nilai ekonomi, sementara limbah pertanian kembali dimanfaatkan untuk mendukung peternakan.
Dari lahan pertanian, panen menghasilkan pendapatan. Dari limbah, lahir pakan ternak.
Dari usaha kelompok, diharapkan tumbuh kemandirian ekonomi masyarakat.
Semangat itulah yang ingin dibangun melalui Meusara—agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi terus tumbuh menjadi usaha yang mampu berjalan secara mandiri dan berkelanjutan, ungkap Faisal.
Sementara itu, PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan (UP) Arun bersama Kelompok Tani Ujong Jaya di Desa Ujung Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, mulai menunjukkan hasil nyata.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan, program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian terintegrasi tersebut ditandai dengan panen perdana sekitar 1 ton jagung pakan ternak, sekaligus penanaman komoditas baru berupa melon.
Kegiatan yang berlangsung Jumat (25/9/2026) itu menjadi bagian dari momentum Hari Tani Nasional 2026 sekaligus memperkuat upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional PLN NP UP Arun.
Selain panen jagung pakan ternak, Kelompok Tani Ujong Jaya juga mengembangkan sekitar 3.000 batang jagung manis yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 4 hingga 5 ton saat memasuki masa panen.
Tidak berhenti pada peningkatan produksi, PLN NP UP Arun turut memperkuat fasilitas operasional kelompok tani dengan menyerahkan satu unit becak motor, mesin pencacah rumput (chopper), gerobak sorong, serta alat semprot tanaman.
![]() |
| Dokumen Istimewa |
Asman Business Support PLN NP, M. Dimas Mucharomi, mengatakan Meusara dirancang sebagai program yang mendorong masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu mengelola hasil usaha dan mengembangkan modal secara mandiri.
“Memasuki tahun kedua, kami melihat perkembangan yang cukup signifikan. Yang paling penting, hasil panen ini sepenuhnya kembali kepada kelompok tani untuk dikelola dan dikembangkan. Hasil penjualan dapat diputar kembali menjadi modal untuk pembelian bibit dan pengembangan usaha berikutnya,” ujar Dimas.
Menurut Dimas, konsep pertanian terintegrasi menjadi salah satu kekuatan utama Meusara. Hasil pertanian tidak hanya bernilai dari sisi penjualan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha peternakan.
Batang jagung yang selama ini berpotensi menjadi limbah, misalnya, dapat dicacah menggunakan mesin chopper untuk dijadikan pakan ternak kambing.
Pengolahannya dapat dilakukan secara langsung maupun melalui proses fermentasi dengan pendampingan penyuluh pertanian Kecamatan Muara Satu.
“Dengan konsep seperti ini, kami berupaya agar tidak ada hasil pertanian yang terbuang. Limbah tanaman dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung peternakan, sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling terhubung,” katanya. (ADV)

