![]() |
| Sebagai Wujudkan empati, Faisal Haji Isa langsung ke rumah duka almarhum Muhammad Rasya Fadilla. FOTO | Dokumen Istimewa |
POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE — Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal Haji Isa, menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan mengunjungi rumah duka almarhum Muhammad Rasya Fadilla, mahasiswa D-III Nautika Poltekpel Malahayati Aceh asal Kota Lhokseumawe, Senin (28/9/2026).
Kehadiran Faisal di rumah duka tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum, tetapi juga mendengarkan secara langsung kondisi dan persoalan yang sedang dihadapi pihak keluarga.
Faisal menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Saya datang ke rumah duka bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga untuk mendengar langsung apa yang dirasakan dan dihadapi oleh keluarga,” ujar Faisal.
Menurut Faisal, sebagai Ketua DPRK Lhokseumawe, dirinya memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, terlebih jika menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.
“Ini tanggung jawab saya sebagai Ketua DPRK Lhokseumawe. Saya akan ikut mengawal persoalan ini dan memastikan prosesnya berjalan sampai tuntas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga menyampaikan keprihatinan terhadap segala bentuk kekerasan yang terjadi terhadap pelajar, peserta didik maupun mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa lingkungan pendidikan semestinya menjadi ruang yang aman bagi generasi muda untuk belajar, berkembang dan menyiapkan masa depan.
“Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan dalam dunia pendidikan,” katanya.
Faisal menegaskan, dirinya tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan dan penyelidikan dilakukan oleh pihak berwenang.
Namun, apabila dari hasil pemeriksaan resmi ditemukan adanya unsur kekerasan atau pelanggaran hukum, menurutnya, persoalan tersebut harus ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kalau nantinya dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan ditemukan adanya unsur kekerasan atau pelanggaran hukum, maka harus diusut secara tuntas dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Ia juga meminta agar seluruh proses dilakukan secara profesional dan transparan sehingga dapat memberikan kepastian kepada keluarga almarhum.
Faisal bahkan menyatakan akan melanjutkan pengawalan persoalan tersebut dengan mendatangi Banda Aceh pada Selasa (29/9/2026), guna melihat perkembangan penanganan secara langsung.
“Insyaallah hari ini, 29 September, saya akan ke Banda Aceh untuk melihat dan mengawal langsung perkembangan persoalan ini. Saya tidak ingin berhenti hanya sampai di rumah duka. Saya siap mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan dan tuntas,” tegas Faisal.
Perlindungan Generasi Muda Tanggung Jawab Bersama
Faisal menambahkan, perlindungan terhadap pelajar, peserta didik dan mahasiswa bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap peristiwa yang menimpa almarhum Muhammad Rasya Fadilla dapat menjadi perhatian serius agar aspek keselamatan dan perlindungan mahasiswa semakin diperkuat.
“Kita tentu tidak ingin ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban kekerasan di lingkungan pendidikan. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama memastikan lingkungan pendidikan benar-benar aman,” pungkasnya.
Kunjungan Ketua DPRK Lhokseumawe tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran lembaga legislatif di tengah masyarakat, khususnya dalam menyerap aspirasi dan memastikan persoalan yang menyangkut kepentingan warga mendapatkan perhatian sesuai kewenangan yang dimiliki DPRK, demikian ungkap Faisal. (ADV)

