Kepala SMKN 1 Batang Angkola Nelvita Melda Lubis M.Pd nemberikan Arahan Pada Acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Kamis (10/9/2026) bukan sekadar hari biasa bagi keluarga besar SMK Negeri 1 Batang Angkola. Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi suasana religius. Suara lantunan ayat suci Al-Qur'an, sholawat, nasyid, pantun hingga pidato berbahasa Arab berpadu dalam satu momentum: memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M.
Mengangkat tema “Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak melalui Semangat Menuntut Ilmu”, peringatan Maulid tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk berhenti sejenak dari rutinitas pembelajaran dan menengok kembali keteladanan Rasulullah SAW. Bukan hanya tentang mengenang kelahiran Nabi, tetapi bagaimana nilai-nilai keteladanan itu dapat tumbuh dalam diri generasi muda.
Kepala SMKN 1 Batang Angkola Nelvita Melda Lubis S.Pd M.Pd, Ketua Komite Sekolah Paruntungan Siagian, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Panitia Robiana Harianja S.Pd, para guru dan staf pengajar serta seluruh siswa-siswi hadir dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan itu membuat suasana Maulid terasa lebih dekat. Guru dan siswa duduk dalam satu kegiatan, menyimak pesan agama sekaligus memberikan apresiasi terhadap penampilan teman-teman mereka.
Suasana semakin hidup ketika Nurlaila Sahada membacakan ayat suci Al-Qur'an dan Dafa Ahmad Zaki membawakan saritilawah. Acara kemudian dipandu Indah Maulida Lubis dalam bahasa Inggris dan Orrima Diva dalam bahasa Indonesia. Dari panggung sederhana itu, para siswa menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan juga dapat menjadi tempat untuk melatih keberanian, komunikasi, kreativitas dan rasa percaya diri.
Satu demi satu penampilan siswa mendapat perhatian warga sekolah. Ada pidato mengenai sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, pantun, sholawat, nasyid hingga pidato berbahasa Arab drama. Bagi sebagian siswa, mungkin penampilan tersebut hanya berlangsung beberapa menit. Namun di baliknya ada keberanian untuk berdiri di depan banyak orang, ada latihan yang dilakukan berulang kali, ada rasa gugup yang harus dikalahkan, dan ada kebanggaan ketika mendapat apresiasi dari guru serta teman-teman.
Ketua Komite SMKN 1 Batang Angkola Paruntungan Siagian mengingatkan agar Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mengajak seluruh peserta menyimak dengan baik tausiah yang disampaikan Al-Ustaz, kemudian mengambil pesan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, keberhasilan sebuah peringatan keagamaan bukan hanya terlihat dari meriahnya acara, tetapi dari perubahan perilaku setelah acara selesai.
Pesan tersebut kemudian dipertegas Kepala SMKN 1 Batang Angkola Nelvita Melda Lubis S.Pd M.Pd. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, guru, siswa dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Nelvita mengingatkan bahwa sekolah kejuruan tidak cukup hanya mencetak lulusan yang memiliki keterampilan dan siap memasuki dunia kerja. Lebih dari itu, siswa harus memiliki karakter, etika dan akhlak yang baik.
“Jangan sampai setelah pulang dari kegiatan ini tidak ada satu pun pesan yang kita bawa,” pesan Nelvita kepada para siswa. Kalimat sederhana itu seolah menjadi inti dari seluruh rangkaian Maulid. Ia ingin setiap siswa pulang bukan hanya membawa pengalaman mengikuti kegiatan, tetapi juga membawa satu nilai kebaikan untuk diterapkan di rumah, di sekolah dan di tengah masyarakat.
Dalam tausiah, Al-Ustaz H. Ali Nasir Lubis mengajak para siswa menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai dorongan untuk memperbaiki akhlak. Ia juga mengingatkan berbagai amalan sebelum tidur, seperti memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an termasuk Surah Al-Ikhlas serta memperbanyak tasbih. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami generasi muda.
Ia juga mengingatkan bahwa sedekah tidak selalu harus berupa uang. Waktu, pikiran, tenaga dan kebaikan yang diberikan kepada orang lain juga merupakan bentuk sedekah. Dalam kehidupan siswa, pesan itu dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana: membantu teman, menghormati guru, berbicara dengan santun, berbagi pengetahuan dan tidak segan melakukan kebaikan meskipun kecil.
Di penghujung tausiah, lima kebiasaan sederhana turut disampaikan sebagai pengingat dalam menjalani kehidupan, yakni mengawali pekerjaan dengan Bismillahirrahmanirrahim, segera bertaubat ketika melakukan kesalahan, mengucapkan salam ketika bertemu saudara, menggunakan ungkapan Insya Allah ketika berjanji, serta mengakhiri pekerjaan dengan Alhamdulillah.
Maulid Nabi di SMKN 1 Batang Angkola akhirnya bukan hanya meninggalkan panggung yang kembali sunyi setelah acara selesai. Ia meninggalkan pesan. Pesan tentang ilmu, akhlak, keberanian, kepedulian dan keteladanan. Sebab, seperti yang diingatkan Nelvita, yang paling penting bukan seberapa meriah sebuah kegiatan dilaksanakan, tetapi apa yang dibawa pulang oleh setiap siswa setelah kegiatan itu berakhir.
Dari halaman SMKN 1 Batang Angkola, pesan itu pun menemukan jalannya: ilmu untuk masa depan, keterampilan untuk kehidupan, dan akhlak sebagai bekal menjadi manusia yang bermanfaat.(PS/BERMAWI)
