MAULID NABI MENGGUNCANG MAN 2 PADANGSIDIMPUAN! Akhlak Rasul, Persaudaraan dan Kemanusiaan Jadi Kobaran Semangat Generasi Muda

/ Sabtu, 12 September 2026 / 17.58.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Bukan sekadar lantunan sholawat yang menggema. Bukan pula hanya rangkaian acara keagamaan yang berlangsung sehari. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 di MAN 2 Padangsidimpuan, Jumat (11/09/2026), seolah mengajak seluruh siswa untuk kembali menatap sosok Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan. Dari halaman utama madrasah, semangat meneladani akhlak Nabi, merajut persaudaraan dan memuliakan kemanusiaan terasa begitu kuat.


Sejak kegiatan dimulai, suasana halaman MAN 2 Padangsidimpuan berubah menjadi ruang penuh nuansa religius. Para siswa, guru dan keluarga besar madrasah mengikuti kegiatan dengan antusias. Tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Merajut Persaudaraan dan Memuliakan Kemanusiaan” tidak hanya terpampang sebagai tema acara, tetapi menjadi pesan utama yang terus digaungkan sepanjang peringatan.Suasana semakin hidup ketika siswa dan guru tampil membawakan nasyid, syair dan sholawat. Tepuk tangan dan perhatian peserta mengiringi setiap penampilan.


 Kemudian lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Rizki Al Hady, qori peraih Juara II MTQ Kota Padangsidimpuan cabang Mujawwad Remaja Putra, membuat suasana semakin khidmat. Sejumlah tokoh pendidikan dan keluarga besar madrasah turut hadir, di antaranya perwakilan Kakankemenag Kota Padangsidimpuan H. Marahamdan Aritonang, M.Pd., anggota Komite Madrasah H. Nauli Sihotang, MA, Kepala MIN 1 Padangsidimpuan dan Kepala MAN 1 Padangsidimpuan.

Di balik kemeriahan tersebut, terdapat pelajaran penting bagi para siswa. Keterlibatan mereka sebagai panitia menjadi ruang nyata untuk belajar memimpin, bekerja sama dan bertanggung jawab. Ketua Rohis MAN 2 Padangsidimpuan Muhammad Fauzan selaku ketua panitia bersama Pembina OSIM Muchlis Hadamean, S.Pd., turut mengawal jalannya kegiatan hingga berlangsung tertib. Bagi para siswa, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kelas.


Namun, suasana berubah semakin menyentuh ketika Ustadz Abdul Wahid Harahap, M.Pd., Imam Besar Masjid Syahrun Nur Sipirok, Tapanuli Selatan, menyampaikan tausiyah. Ia mengingatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW bukan hanya sosok yang dicintai umat Islam, tetapi juga teladan dalam membangun kehidupan dengan keimanan, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

“Rasulullah Muhammad SAW lahir sebagai rahmat untuk seluruh alam. Kehadirannya menjadi sebuah kesyukuran untuk umat manusia. Pada momen ini, seharusnya kita kembali mengingat perjuangan ibu yang telah melahirkan kita. Berbuat baiklah kepadanya dengan menjadi anak yang saleh,” ungkapnya.


Pesan itu seakan mengetuk hati para siswa. Maulid kemudian tidak lagi hanya berbicara tentang sejarah kelahiran Nabi, tetapi tentang bagaimana seorang anak menghormati orang tua, bagaimana seorang pelajar memperlakukan temannya, dan bagaimana generasi muda menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat. Ustadz Abdul Wahid juga mengajak keluarga besar MAN 2 Padangsidimpuan memperkuat ukhuwah, menjaga hubungan sosial dan memperbanyak amal kebaikan.“Saya terus mengimbau kepada kita semua untuk selalu merajut persaudaraan dan memuliakan kemanusiaan. Melalui peringatan Maulid hari ini, kita perkokoh iman dan memperbanyak berbuat kebaikan,” tegasnya.


Kepala MAN 2 Padangsidimpuan Lobimartua Hasibuan menegaskan, nilai terbesar dari peringatan Maulid bukan terletak pada kemeriahannya, melainkan pada perubahan sikap setelah kegiatan selesai. Ia berharap pesan keteladanan Rasulullah dapat tumbuh dalam keseharian warga madrasah, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian dan rasa tanggung jawab sosial.

“Harapan kami, Maulid yang kita adakan pada hari ini tidak hanya sebagai acara seremonial belaka, tetapi menjadi penyemangat bagi kita semua dalam menerapkan tema yang menjadi peringatan acara hari ini,” ujarnya.


Dari halaman MAN 2 Padangsidimpuan, pesan itu akhirnya menemukan maknanya: mencintai Rasulullah bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan meniru akhlaknya. Menghormati orang tua, menyayangi sesama, menjaga persaudaraan dan memuliakan manusia menjadi bentuk nyata kecintaan tersebut. Di tangan generasi muda madrasah, semangat Maulid diharapkan tidak berhenti ketika acara ditutup, tetapi terus hidup dalam setiap langkah, perkataan dan perbuatan mereka.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: