POSKOTASUMATERA.COM - MADINA - Antusiasme masyarakat terhadap peluang kerja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terlihat tinggi. Hal ini tercermin dari membludaknya jumlah peserta pada job fair perdana yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Madina selama dua hari, 23–24 September 2026, di Gedung Serba Guna.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 2.148 warga tercatat mengikuti bursa kerja tersebut. Dari jumlah itu, sektor kesehatan menjadi yang paling diminati oleh para pencari kerja.
Rumah Sakit (RS) Sinar Mentari tercatat sebagai perusahaan dengan jumlah peminat tertinggi. Sekitar 1.300 pelamar mengincar berbagai posisi yang dibuka, mulai dari tenaga medis seperti dokter umum, perawat (UGD, ICU, kamar bedah, hingga rawat inap), bidan, analis laboratorium, radiografer, hingga tenaga teknis kefarmasian.
Selain itu, tersedia pula posisi non-medis seperti petugas administrasi, humas dan marketing, keuangan/kasir, personalia, perekam medis, hingga IT programmer. Banyaknya ragam formasi ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi lulusan baru (fresh graduate).
Tak hanya RS Sinar Mentari, RSU Armina Madina juga membuka sejumlah formasi seperti radiografer, ahli gizi, asisten apoteker, penata anestesi, perawat, juru masak, petugas keamanan, tenaga kesehatan lingkungan, hingga teknisi gas medis.
Di sisi lain, sektor perkebunan dan industri juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar. Sejumlah perusahaan seperti PT Rimba Mujur Mahkota, PT Prakarsa Dharma Maduma, PT Dinamika Inti Sentosa, hingga PT Madina Agrolestari membuka posisi seperti pemanen, pemupukan, mandor lapangan, operator, hingga tenaga teknis lainnya.
Perusahaan lain seperti PT Sawit Sukses Sejati, PT Palmaris Raya, PT Rendi Permata Raya, PT Nusa Karya Andalas, PT Tri Bahtera Srikandi, hingga PT Sago Nauli juga turut ambil bagian dalam membuka lowongan kerja di bidang operasional perkebunan.
Mayoritas lowongan di sektor ini mensyaratkan pendidikan mulai dari SMP hingga SMA/SMK, sementara beberapa posisi tertentu membutuhkan pengalaman kerja maupun keahlian khusus.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Madina, Rahmat Hidayat, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan lapangan pekerjaan masih cukup tinggi di daerah.
“Terkait tahapan seleksi, pengumuman hasil job fair dijadwalkan paling lambat dua bulan sejak pelaksanaan sesuai Peraturan Nomor 18 Tahun 2024,” ujarnya, Jumat (25/9).
Meski demikian, pihaknya menargetkan proses seleksi dapat diselesaikan lebih cepat, yakni dalam waktu sekitar satu bulan.
Ia menambahkan, penyelenggaraan job fair ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini berada di kisaran 7,1 persen. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, angka tersebut ditargetkan turun hingga di bawah 5 persen.
Melihat kesuksesan kegiatan perdana ini, Disnaker Madina berencana kembali menggelar job fair lanjutan pada Desember mendatang dengan format yang akan disesuaikan, kemungkinan dipusatkan di kantor Disnaker.
Rencana ini juga didorong oleh ketertarikan dari 3 hingga 4 perusahaan baru dari sektor perbankan, penanaman modal, hingga agropertanian yang ingin turut serta membuka lowongan kerja.
Di akhir, Disnaker mengimbau para peserta untuk aktif memantau pengumuman resmi hasil seleksi. Para pencari kerja juga diminta mempersiapkan berkas administrasi secara lengkap, seperti surat lamaran, CV, ijazah, transkrip nilai, KTP, KK, serta kartu pencari kerja (kartu kuning).
“Persiapan yang matang akan sangat menentukan peluang diterima kerja,” pungkas Rahmat. (PS/210)
