![]() |
| Dr. Jamaluddin, S.Sos, M.Pd | Kadis Pendidikan dan Kebudayaan |
POSKOTASUMATERA.COM | ACEH UTARA — Semangat menjaga warisan sejarah, adat, budaya, serta nilai-nilai keislaman kembali digaungkan melalui perhelatan Milad Samudera Pasai yang mengusung tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat" di Kabupaten Aceh Utara bangkit dan Hebat serta Merawat Tradisi Pasai dalam membangun Aceh Utara mulia.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda Piasan Rakyat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7–13 September 2026 di Lapangan Landeng, Kabupaten Aceh Utara.
Perhelatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang kejayaan Samudera Pasai sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Aceh Utara.
Dengan mengangkat semangat “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat”, Milad Samudera Pasai tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah, memperkokoh nilai-nilai keislaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menjadi salah satu figur yang turut menguatkan semangat pelestarian budaya dan pendidikan sejarah daerah melalui momentum tersebut.
Piasan Rakyat Milad Samudera Pasai akan menghadirkan sedikitnya 800 stand dan booth yang diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran, UMKM, kuliner hingga karya-karya daerah.
Kehadiran ratusan stand tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan lokal.
Tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor ekonomi kreatif di Aceh Utara, ungkap Dr. Jamaluddin.
Salah satu agenda yang dipastikan menarik perhatian masyarakat adalah penyediaan 800 porsi kuliner gratis setiap hari.
Beragam makanan dan kuliner khas Pasai akan diperkenalkan kepada masyarakat dan para pengunjung. Program ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Aceh Utara kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
Kuliner tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu terus dirawat, seru Dr. Jamaluddin.
Semangat pelestarian budaya juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan seni dan tradisi masyarakat.
Di antaranya Lomba Dalil Khairat dan Meurukon, yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi keagamaan masyarakat Aceh.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, serta meneruskan tradisi yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Melalui kegiatan tersebut, pesan “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat” tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan dalam berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat.
800 Santunan untuk Anak Yatim
Nilai sosial dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian dari rangkaian Milad Samudera Pasai.
Sebanyak 800 anak yatim akan mendapatkan santunan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap generasi penerus.
Pemberian santunan tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
800 Bibit Pohon untuk Penghijauan
Semangat pelestarian juga diperluas ke sektor lingkungan melalui penyediaan 800 bibit pohon penghijauan dan pelestarian.
Penanaman pohon menjadi simbol bahwa merawat warisan Pasai bukan hanya menjaga sejarah dan budaya, tetapi juga menjaga lingkungan bagi generasi yang akan datang.
Langkah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
Menghidupkan Kembali Kebanggaan terhadap Pasai
Samudera Pasai merupakan bagian penting dari sejarah Aceh dan Nusantara. Karena itu, momentum Milad Samudera Pasai diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah daerahnya.
Piasan Rakyat 7–13 September 2026 menjadi ruang pertemuan antara sejarah, budaya, agama, ekonomi kerakyatan, kepedulian sosial dan lingkungan.
Dengan semangat “Merawat Tradisi Pasai, Membangun Aceh Utara Mulia”, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Aceh Utara sebagai daerah yang memiliki akar sejarah panjang sekaligus memiliki komitmen membangun masa depan.
Semangat Aceh Utara Hebat pun diharapkan lahir dari masyarakat yang mengenal sejarahnya, menjaga adat dan budayanya, menjunjung nilai-nilai syariat, serta bersama-sama membangun daerah yang maju, berdaya saing dan bermartabat.
Piasan Rakyat Milad Samudera Pasai, 7–13 September 2026 di Lapangan Landeng — sebuah momentum untuk merawat warisan masa lalu, menguatkan kehidupan hari ini, dan menyiapkan Aceh Utara yang mulia bagi generasi masa depan. (PS | DAMRY)
