Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Masih Nihil Hasil, Anak Krakatau Siaga

/ Sabtu, 12 September 2026 / 20.43.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM - MADINA - Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang masih belum diketahui keberadaannya setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Kelima jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Kontak terakhir tercatat sekitar pukul 14.42 WIB, sedangkan komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara. Pada pencarian melalui laut, area pencarian di sisi selatan Gunung Anak Krakatau diperluas hingga sekitar 20 nautical mile (NM) dari pusat aktivitas gunungapi. Area pencarian juga dikembangkan ke arah utara dengan mempertimbangkan arus, gelombang, dan arah angin, termasuk hingga perairan Lampung.

Dukungan pencarian melalui udara turut dilakukan menggunakan helikopter, sementara drone digunakan untuk pemantauan visual di sejumlah titik yang menjadi sasaran pencarian.

Hingga Kamis (10/9), tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan lima jurnalis tersebut di daratan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemantauan di Pulau Sertung juga belum menunjukkan hasil. Pencarian langsung di pulau tersebut tetap mempertimbangkan aspek keselamatan karena berada dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Tim juga menemukan sebuah benda yang diduga pelampung atau jaket keselamatan. Namun, benda tersebut masih dalam proses identifikasi dan belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan korban.

Operasi pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, BPBD, TNI/TNI AL, Polri/Polairud, unsur SAR Lampung, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, serta unsur Potensi SAR lainnya.

Hingga Jumat (11/9), pencarian terhadap lima jurnalis tersebut masih belum membuahkan hasil dan keberadaan mereka belum dapat dipastikan.

Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan hasil analisis Badan Geologi. Erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB telah berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB setelah berlangsung sekitar 25 jam.

Meski demikian, hingga Jumat (11/9) pukul 06.00 WIB masih tercatat 14 kali erupsi bertipe Strombolian. Aktivitas ini menunjukkan gunung masih berada dalam fase dinamis dan berpotensi mengalami letusan lanjutan.

“BNPB bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan operasi pencarian di Selat Sunda. Perkembangan situasi akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan di lapangan,” ujar Berton SP Panjaitan, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. (PS/210)
Komentar Anda

Terkini: