Bupati Tapsel Menyematkan Lambang Yayasan Pendidikan Marsipature Hutanabe (YPMHB) Angkatan XXXII SMAN 2 Plus Sipirok dan Angkatan XV SMKS Martabe Tahun Pelajaran 2026–2027
POSKOTASUMATERA.COM – SIPIROK – Upacara Penyematan Lambang Yayasan Pendidikan Marsipature Hutanabe (YPMHB) Angkatan XXXII SMAN 2 Plus Sipirok dan Angkatan XV SMKS Martabe Tahun Pelajaran 2026–2027 berlangsung khidmat, semarak dan sarat nilai pendidikan, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni penyematan identitas kelembagaan, tetapi menjadi momentum strategis untuk menanamkan disiplin, integritas, tanggung jawab, semangat kejuangan serta kecintaan terhadap budaya dan kampung halaman kepada generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
Sebelum prosesi utama dimulai, suasana kegiatan semakin semarak melalui penampilan siswa-siswi yang membawakan lagu “Hodo Borukku, Burju Maho Namarsikola I”. Persembahan tersebut menjadi representasi kuat bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari akar budaya. Nilai kesantunan, penghormatan kepada orang tua dan guru, kerja keras serta kecintaan terhadap identitas daerah merupakan fondasi penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan jati diri.
Kedatangan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu selaku Inspektur Upacara disambut dengan tortor Batak. Penyambutan tersebut menggambarkan harmonisasi antara budaya lokal dan dunia pendidikan sekaligus memperlihatkan sinergi pemerintah daerah, yayasan, satuan pendidikan, orang tua dan masyarakat.
Bupati disambut Ketua Umum YPMHB Ir. Kumala Siregar, Plt. Kacabdisdik Wilayah XI Ahmad Dasuki Siregar, ST., MM., yang diwakili Kasi SMA dan PK Muhammad Akhyar ME Nasution, M.Pd., Kepala SMAN 2 Plus Sipirok Akhiruddin Harahap, S.Sos., M.Pd., serta Kepala SMKS Martabe Mhd. Khoir Syahbana, S.Si.
Rangkaian upacara berlangsung tertib. Setelah pengibaran bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, prosesi dilanjutkan dengan penyematan lambang YPMHB kepada perwakilan peserta didik. Dari SMAN 2 Plus Sipirok, penyematan diwakili Abil Aulia dan Nadira Yusnan Tanjung, sedangkan dari SMKS Martabe diwakili Ragil dan Sakila. Lambang yang tersemat di dada para siswa menjadi simbol identitas sekaligus pengingat bahwa mereka merupakan bagian dari keluarga besar Marsipature Hutanabe yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai pendidikan, kedisiplinan dan pengabdian.
Pada Tahun Pelajaran 2026–2027, sebanyak 120 siswa SMAN 2 Plus Sipirok mengikuti penyematan lambang YPMHB Angkatan XXXII, sedangkan 34 siswa SMKS Martabe mengikuti penyematan Angkatan XV. Dalam perspektif pendidikan karakter, simbol kelembagaan seperti lambang bukan semata atribut, melainkan instrumen pembentukan identitas dan rasa memiliki. Karena itu, para siswa diharapkan mampu menerjemahkan makna lambang tersebut melalui perilaku positif, prestasi akademik maupun nonakademik serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan sumber daya manusia. Di tengah agenda kunjungan ke sejumlah desa, Bupati menyempatkan hadir untuk memberikan motivasi secara langsung kepada para siswa. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMAN 2 Plus Sipirok dan SMKS Martabe.
“Selamat kepada orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di sini. Saya berharap anak-anak kita memiliki karakter dan sifat kejuangan. Hormati guru dan hormati orang tua, karena itu merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang pelajar,” pesan Bupati.
Bupati juga mengapresiasi capaian SMAN 2 Plus Sipirok yang berhasil meraih juara umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, prestasi tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai sebuah kebanggaan, tetapi dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing peserta didik. Sekolah didorong terus menempa siswa agar mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional bahkan internasional.
Kepada 120 siswa Angkatan XXXII, Bupati berpesan agar seluruh program pendidikan diikuti secara optimal serta masa depan mulai dirancang sejak dini. Menurutnya, cita-cita besar membutuhkan perencanaan, disiplin dan kerja keras. Para siswa didorong berani bermimpi untuk menjadi generasi terbaik Indonesia dan memiliki kemampuan untuk berkiprah di dunia internasional.
“Mulai rencanakan kalian mau ke mana. Bermimpilah besar. Saya berharap 120 siswa ini kelak menjadi orang-orang terbaik di Indonesia dan bahkan di luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Plus Sipirok Akhiruddin Harahap, S.Sos., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan penyematan lambang dapat berlangsung lancar. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada YPMHB yang selama 32 tahun telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, khususnya di Tapanuli Selatan dan Sumatera Utara.
Menurut Akhiruddin, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Ia berharap kehadiran lambang YPMHB tidak hanya dipandang sebagai atribut, tetapi menjadi bagian dari identitas keluarga besar Marsipature Hutanabe yang mengandung nilai kecintaan terhadap kampung halaman.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah menitipkan anak-anaknya di sekolah ini.Mendidik adalah tanggung jawab kita bersama. Kami terus berkolaborasi dengan orang tua untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik,” ungkapnya.
Dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provsu, Plt. Kacabdisdik Wilayah XI Ahmad Dasuki Siregar, ST., MM., melalui Kasi SMA dan PK Muhammad Akhyar ME Nasution, M.Pd., menyampaikan permohonan maaf karena Plt. Kacabdisdik belum dapat hadir secara langsung akibat agenda kedinasan. Ia mengajak para siswa menjadikan penyematan lambang sebagai momentum untuk meningkatkan semangat belajar. Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini sekitar 60 persen lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta, sementara terdapat pula dua siswa yang berhasil masuk Akademi Militer (Akmil)
.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan yang terarah mampu membuka jalan bagi peserta didik untuk meraih masa depan. Ia mengajak seluruh siswa terus menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan menjadi bagian dari pembangunan generasi emas Indonesia 2045. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat dan kondusif, termasuk memastikan tidak terjadi praktik perundungan atau bullying terhadap peserta didik.
Ketua Umum YPMHB Ir. Kumala Siregar menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar YPMHB senantiasa memanjatkan doa bagi almarhum H. Raja Inal Siregar agar cita-cita membangun sumber daya manusia Tapanuli Selatan terus berlanjut. Menurutnya, YPMHB berkomitmen membangun sinergi antara yayasan, sekolah dan orang tua untuk memastikan proses pendidikan berjalan secara berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan peserta didik serta kerja sama seluruh unsur pendidikan. Pertemuan antara yayasan dan orang tua siswa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan menyamakan visi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui sistem pembinaan yang konsisten, YPMHB berharap lahir siswa-siswa terbaik yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.
Momentum tersebut juga dirangkai dengan penyerahan beasiswa YPMHB kepada siswa-siswi yang berhak menerima. Pemberian beasiswa menjadi bentuk nyata kepedulian yayasan dalam memperluas akses dan keberlanjutan pendidikan bagi peserta didik. Program tersebut sekaligus mempertegas bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan lembaga pendidikan memberikan dukungan terhadap siswa agar dapat berkembang secara optimal.
Jika dilihat dari perspektif pendidikan abad ke-21, keberhasilan peserta didik membutuhkan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan dan karakter. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, integritas serta kepedulian sosial merupakan kompetensi yang semakin penting menghadapi perubahan teknologi dan dinamika dunia kerja. Dalam konteks inilah, SMAN 2 Plus Sipirok dan SMKS Martabe memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif sekaligus berakar pada nilai budaya.
Penyematan lambang YPMHB Angkatan XXXII dan XV akhirnya menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun generasi yang cerdas, berkarakter, berbudaya, berintegritas dan berdaya saing. Dari Sipirok, para siswa ditempa bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk memahami makna tanggung jawab, menghormati guru dan orang tua, menjaga persaudaraan serta memiliki keberanian untuk bermimpi besar.
Semangat Marsipature Hutanabe diharapkan terus hidup dalam diri setiap peserta didik. Dengan ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, kecintaan terhadap budaya dan kampung halaman, serta keberanian menghadapi tantangan global, generasi YPMHB diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan Tapanuli Selatan dan Indonesia. Dari 120 siswa Angkatan XXXII dan 34 siswa Angkatan XV inilah, salah satu harapan untuk melahirkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045 terus dinyalakan.(PS/BERMAWI)




