POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan. Salah satunya melalui kegiatan pengajian yang digelar secara berkelanjutan di lingkungan Lapas Kutacane, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti secara tertib oleh WBP perempuan. Pengajian menjadi salah satu ruang pembinaan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus mendorong perubahan sikap serta karakter yang lebih positif.
Melalui pembinaan keagamaan, para WBP tidak hanya diarahkan untuk memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai spiritual, tetapi juga diajak melakukan introspeksi diri dan mengambil pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Kelas IIB Kutacane, Reinhard Indra Pitoy, mengatakan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada kehidupan WBP selama berada di dalam Lapas, tetapi juga menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi warga binaan agar memiliki keimanan, ketakwaan dan karakter yang lebih baik. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal spiritual dan moral bagi mereka dalam menjalani proses perubahan,” ujar Reinhard.
Ia menegaskan, Lapas Kutacane berkomitmen menjalankan pembinaan secara menyeluruh, baik melalui pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian.
“Harapannya, setiap warga binaan dapat mengalami perubahan perilaku ke arah yang lebih positif dan memiliki bekal yang cukup ketika nantinya kembali berkumpul bersama keluarga serta berinteraksi di tengah masyarakat,” katanya.
Pengajian tersebut berlangsung dengan lancar dan tertib. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Lapas Kutacane menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual dan moral sebagai fondasi proses reintegrasi sosial WBP. (PS/ASP)

