Peternak Ikan Terancam Bangkrut, Tingkat Kematian Terus Bertambah Imbas Pengisian Bendungan Lau Semei Mei Kecamatan Biru Biru

/ Minggu, 20 September 2026 / 19.46.00 WIB

 


POSKOTASUMATERA.COM-DELISERDANG-Peternak ikan warga Namo Suro Kecamatan Biru Biru menjerit setelah budidaya ikannya bermatian imbas pengisian bendungan Lau Semei mei pada 17 September 2026 kemaren.

Pengisian air bendungan Lau Semei mei membuat aliran sungai Seruai derastis menurun yang menyebabkan air irigasi ke persawahan masyarakat mengering.

Hal ini juga yang terjadi pada lahan peternakan ikan milik Ismail Ginting warga Namo Suro Baru Kecamatan Biru Biru,  sejak saat itu Ismail mengaku budidaya ikan di kolamnya banyak yang mati akibat kekurangan pasokan air.

Ia juga mengaku resah dengan kondisi saat ini dimana ancaman kerugian sudah didepan mata 
 
“Saya benar‑benar menderita kerugian yang sangat besar. Air yang masuk ke kolam saya makin lama makin sedikit, padahal kebutuhan air tetap ada. Akibat kurangnya air masuk, kadar oksigen berkurang dan ikan‑ikan yang saya pelihara sudah pada  mati. Hampir seluruh ikan di kolam saya mati, kerugiannya tak sedikit nilainya. Semua ini terjadi setelah aliran air di Bendungan Lau Semei‑mei ditutup sehingga air yang turun ke hilir sangat sedikit sekali. " Ujarnya 

Ia berharap agar pemerintah segera membuat solusi untuk mengatasi krisis air pada aliran irigasi persawahannya.
 
Kondisi ini dirasakan warga bukan saja oleh Ismail Ginting saja, melainkan juga peternak lain yang kolam airnya bersumber dari aliran sungai tersebut. "Air yang semula cukup deras kini tinggal sisa sedikit saja, sehingga volume air di kolam berkurang, suhu berubah, dan akhirnya ikan mulai mati satu demi satu." tegas ismai pada Minggu 20/92026.
 
Terkait hal ini  hal ini  Camat Biru‑biru, 
Astri Lidwina Romatua Boru Manulang, S.STP., M.M.  ketika di konfirmasi melalui pesan whatsappnya, penyebab penutupan, kebijakan yang diambil maupun kapan air akan mengalir kembali normal, beliau tidak memberikan tanggapan maupun penjelasan apa pun kepada pihak wartawan yang datang mengonfirmasi hal tersebut.
 
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Namo Suro berharap ada pihak berwenang yang datang melihat langsung keadaan di lapangan, mengetahui kesulitan yang sedang mereka hadapi, dan segera mengambil langkah penyelesaian—termasuk mengembalikan aliran air yang cukup dan layak ke sungai tersebut agar tidak terus merugikan warga yang hidupnya bergantung pada aliran air itu.(PS/P Limbong)
Komentar Anda

Terkini: