PUTUS RANTAI TBC DI LAPAS! Pemko Tanjungbalai Integrasikan Tracing, Cek Kesehatan Gratis dan Pemberian Susu Protein untuk Warga Binaan

/ Sabtu, 19 September 2026 / 10.58.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM – TANJUNGBALAI – Komitmen Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) terus diwujudkan melalui pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan menyentuh kelompok masyarakat rentan. Kali ini, Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai melaksanakan kegiatan Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus pemberian susu protein khusus pasien TBC bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, beserta ibu dan jajaran, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan Refin Tua Simanullang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai Safrina Yanti Harahap beserta jajaran, petugas Lapas, serta warga binaan. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan jajaran pemasyarakatan mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan tertutup.


Pelaksanaan penelusuran atau tracing TBC terintegrasi dengan CKG merupakan langkah strategis untuk meningkatkan deteksi dini terhadap kemungkinan kasus TBC di lingkungan Lapas. Melalui pemeriksaan kesehatan dan penelusuran gejala, warga binaan yang memiliki indikasi TBC dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur medis. Pendekatan ini penting mengingat lingkungan hunian dengan interaksi intensif membutuhkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular.


Secara ilmiah, Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan terutama menyerang paru-paru. Penularannya dapat terjadi melalui udara ketika penderita TBC paru yang masih menular mengeluarkan partikel infeksius saat batuk, bersin, atau berbicara. Oleh karena itu, penemuan kasus secara dini, pemeriksaan kontak, kepatuhan menjalani pengobatan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TBC.


Selain berfokus pada deteksi dini, kegiatan ini juga menghadirkan intervensi nutrisi melalui pemberian susu Protein TB kepada warga binaan yang sedang menjalani pengobatan.


 


Dukungan nutrisi tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan status gizi pasien, terutama mereka yang mengalami penurunan berat badan atau membutuhkan asupan gizi tambahan selama proses pemulihan. Pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi salah satu aspek pendukung dalam penanganan TBC, bersama dengan pengobatan yang tepat dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.


Pemberian susu Protein TB diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan energi pasien sesuai kondisi masing-masing. Namun, dukungan nutrisi bukanlah pengganti obat antituberkulosis (OAT). Kesembuhan tetap membutuhkan pengobatan sesuai standar medis, kepatuhan mengonsumsi obat hingga tuntas, serta pemantauan oleh tenaga kesehatan. Dengan mengintegrasikan pemeriksaan, penelusuran kasus, edukasi kesehatan, dan dukungan nutrisi, pelayanan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas penanganan TBC di lingkungan pemasyarakatan.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Dinas Kesehatan dan jajaran Lapas menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk warga binaan. Upaya tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama menuju Indonesia Bebas TBC, sekaligus mendukung terwujudnya Tanjungbalai yang lebih sehat, peduli, dan sejahtera. TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Deteksi dini, kepatuhan berobat, pemenuhan gizi, dan kepedulian bersama menjadi kunci memutus rantai penularannya.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: