Revitalisasi Situs Samudera Pasai, Aceh Utara Bangkitkan Kembali Jejak Peradaban Islam Nusantara

/ Selasa, 08 September 2026 / 22.17.00 WIB
Dr. Jamaluddin, S.Sos, M.Pd  | Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara 

POSKOTASUMATERA.COM | ACEH UTARA — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyiapkan langkah strategis untuk merevitalisasi dan merawat sejumlah situs peninggalan Kerajaan Samudera Pasai. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga warisan sejarah sekaligus membuka peluang pengembangan wisata sejarah dan religi di kawasan bekas pusat peradaban Islam tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos, M.Pd mengatakan Bupati Aceh Utara telah memberikan arahan agar seluruh kebutuhan penataan dan perawatan situs bersejarah Samudera Pasai dihitung secara matang melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Bapak Bupati sudah menyampaikan pesan khusus kepada kami, tolong dihitung RAB-nya dan direnovasi semaksimal mungkin. Jangan seperti kondisi sekarang,” kata Jamaluddin, Selasa (8/9/2026).

Menurut Jamaluddin, revitalisasi tidak hanya menyangkut pembenahan fisik situs, tetapi harus dilakukan secara terencana dengan tetap memperhatikan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada peninggalan Samudera Pasai.

Samudera Pasai memiliki posisi penting dalam sejarah Aceh dan perkembangan Islam di Nusantara. Kerajaan yang berkembang di wilayah pesisir utara Aceh tersebut dikenal sebagai salah satu kerajaan Islam awal di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah Samudera Pasai adalah Sultan Malikussaleh, yang makamnya berada di kawasan Aceh Utara. Kompleks makam dan berbagai situs terkait menjadi bukti penting perjalanan sejarah, kebudayaan, perdagangan, serta perkembangan Islam di wilayah tersebut.

Jamaluddin mengatakan keberadaan situs-situs tersebut harus dijaga agar generasi mendatang tetap dapat melihat dan mempelajari jejak peradaban yang pernah berkembang di wilayah Samudera Pasai.

“Keberadaan makam Sultan Malikussaleh dan situs-situs terkait Samudera Pase menjadi bagian penting dari warisan sejarah yang perlu dirawat dan diperkenalkan kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Berpotensi Jadi Wisata Sejarah dan Religi

Selain pelestarian, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melihat kawasan peninggalan Samudera Pasai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan religi.

“Ke depan barangkali menjadi objek wisata, khususnya wisata religi di Samudera Pase,” kata Jamaluddin.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak menghilangkan nilai historis kawasan. Sebaliknya, revitalisasi diarahkan agar situs tetap memiliki karakter sebagai kawasan cagar budaya sekaligus mampu menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

Jika ditata dengan baik, kawasan sejarah Samudera Pasai berpotensi menjadi salah satu tujuan wisata yang menghubungkan sejarah, budaya, pendidikan, dan wisata religi.

Pernyataan Jamaluddin disampaikan dalam rangkaian peringatan 800 tahun Samudera Pasai yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Momentum delapan abad tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menggali dan memperkenalkan sejarah Samudera Pasai kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni mengenang masa lalu, tetapi diharapkan menjadi titik awal untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga situs sejarah dan warisan budaya.

Jamaluddin berharap revitalisasi situs sejarah dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kebudayaan dan pariwisata Aceh Utara. Dengan demikian, keberadaan situs tidak hanya terjaga secara fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat edukatif dan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, sejarah Samudera Pasai merupakan bagian dari identitas dan perjalanan panjang peradaban Islam di Nusantara yang patut diperkenalkan lebih luas.

“Sudah saatnya kita bangkitkan Samudera Pase ini ke seluruh Nusantara,” pungkasnya.

Revitalisasi situs Samudera Pasai diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut. Dari jejak makam para sultan hingga peninggalan peradaban masa lalu, Samudera Pasai bukan hanya cerita tentang kejayaan sebuah kerajaan, tetapi juga bagian penting dari sejarah Aceh dan perjalanan Islam di Nusantara. (PS | DAMRY)

Komentar Anda

Terkini: