POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana alam dan rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Kamis (17/9/2026).
Peninjauan dipimpin Ketua Tim Satgas PRR, Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma, bersama Wakil Kepala Koordinator Wilayah Aceh I Satgas PRR, Kombes Pol. Suwinto. Rombongan didampingi Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Humbahas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi Satgas PRR terhadap penanganan pascabencana, termasuk verifikasi kondisi lapangan, data kerusakan serta kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dan permukiman masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau dua lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan Huntap, yakni Desa Sampetua, Kecamatan Onan Ganjang, dan Desa Pulogodang, Kecamatan Pakkat.
Sebanyak 47 unit Huntap direncanakan dibangun pada kedua lokasi tersebut. Rinciannya, 30 unit di Desa Sampetua dan 17 unit di Desa Pulogodang. Pembangunan Huntap tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana sekaligus menyediakan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Selain lokasi Huntap, Satgas PRR bersama pemerintah daerah juga meninjau kawasan permukiman warga yang mengalami kerusakan serta lahan pertanian terdampak bencana di Desa Panggugunan, Kecamatan Onan Ganjang.
Rombongan kemudian melihat perkembangan pekerjaan jalan di Desa Pulogodang serta meninjau potensi pengembangan budidaya perikanan di Kecamatan Onan Ganjang sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana.
Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap proses penanganan pascabencana di wilayah Humbahas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, termasuk TNI dan Polri, yang terus memberikan perhatian dan dukungan dalam penanganan pascabencana di Humbang Hasundutan,” ujar Oloan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Peninjauan lapangan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta memastikan kebutuhan pemulihan masyarakat dan pembangunan kembali infrastruktur terdampak dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi dan prioritas di lapangan. (PS/B.Nababan)
