POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Gerak cepat Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menangani material kayu yang menumpuk di bawah Jembatan Kerangka Baja Pulolatong, Sungai Lawe Bulan, mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Pulo Latong, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.
Pengerahan alat berat untuk membersihkan material yang terbawa arus banjir dinilai sangat membantu, terutama dalam memperlancar aliran sungai dan mengantisipasi potensi meluapnya air saat debit meningkat.
Pengulu Pulo Latong, Evi Eri Endi Lingga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BWS Sumatera I yang telah merespons kondisi tersebut dengan turun langsung ke lapangan.
“Kami selaku Pemerintah Desa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, khususnya kepada jajaran pimpinan dan petugas di lapangan, atas respons serta langkah penanganan yang telah dilakukan di wilayah kami,” ujar Evi.
Menurutnya, kehadiran alat berat sangat membantu masyarakat dalam membersihkan material yang menghambat aliran Sungai Lawe Bulan.
“Kehadiran alat berat ini tentunya sangat membantu masyarakat, terutama dalam upaya membersihkan material yang menghambat aliran sungai serta mengantisipasi potensi dampak banjir,” katanya.
Evi berharap penanganan Sungai Lawe Bulan tidak hanya dilakukan ketika kondisi sudah darurat. Ia mendorong adanya pembersihan atau pengerukan secara berkala untuk mengantisipasi penumpukan material yang terus terbawa arus.
“Kalau memungkinkan, kami berharap dalam tiga sampai enam bulan sekali Sungai Lawe Bulan ini bisa dilakukan pengerukan atau pembersihan secara berkala. Material yang terbawa arus sungai bisa ditata di sepanjang bantaran atau area yang sesuai, sehingga tidak menumpuk dan menghambat aliran air,” ungkapnya.
Menurut Evi, langkah tersebut penting karena ketika musim hujan tiba, debit Sungai Lawe Bulan kerap meningkat dan air dapat naik hingga ke permukiman warga.
“Kita tahu sendiri, ketika musim hujan, debit air sungai selalu meningkat dan air bisa naik sampai ke rumah-rumah warga. Karena itu, kami berharap ada penanganan secara berkala sebelum material kembali menumpuk dan aliran sungai menjadi terhambat,” ujarnya.
Selain kepada BWS Sumatera I, Evi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya Bupati H. M. Salim Fakhry dan Wakil Bupati dr. Heri Al Hilal, yang menurutnya selama ini turut memberikan respons ketika banjir melanda Desa Pulo Latong.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry dan Bapak Wakil Bupati dr. Heri Al Hilal atas respons cepatnya selama ini kepada Desa Pulo Latong ketika banjir melanda desa kami. Perhatian dan respons pemerintah sangat berarti bagi masyarakat,” tutur Evi kepada Poskotasumatra.com, Rabu (23/9/2026).
Ia berharap koordinasi antara Pemerintah Desa, Pemkab Aceh Tenggara, BWS Sumatera I dan pihak terkait dapat terus diperkuat, khususnya dalam menghadapi potensi banjir saat musim hujan.
“Pemerintah Desa siap mendukung koordinasi serta sinergi bersama BWS Sumatera I dan pihak terkait dalam menjaga kelancaran aliran sungai serta keselamatan warga. Kami mengapresiasi langkah nyata yang sudah dilakukan. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut demi kepentingan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala BWS Sumatera I, Asyari, ST, MM, MT, menyampaikan bahwa pembersihan material di bawah Jembatan Kerangka Baja Pulolatong dilakukan sebagai langkah tanggap darurat untuk memperlancar aliran Sungai Lawe Bulan dan mengurangi potensi terhambatnya aliran air akibat material yang terbawa arus banjir.
Petugas BWS Sumatera I juga terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan.(PS/ASP)
