POSKOTASUMATERA.COM, GUNUNGSITOLI - Pelestarian warisan budaya tidak hanya menjadi upaya menjaga identitas daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Perspektif tersebut mengemuka dalam Rembuk Budaya pada rangkaian Rembuk Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-Belinn Singkawang, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026).
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., menghadiri kegiatan tersebut didampingi Kepala Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli.
Mengusung tema "Rembuk Kebudayaan Kota Kita: Mengenal dan Mempromosikan Warisan Kota", forum ini menjadi ruang bagi pemerintah kota untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan membahas strategi pelestarian serta promosi warisan budaya.
Forum ini juga mendorong pemerintah daerah untuk melihat kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan kota yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi Kota Gunungsitoli, kekayaan adat istiadat, tradisi, seni, dan warisan budaya Nias merupakan identitas daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Di sisi lain, potensi tersebut dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik pariwisata, mendorong kreativitas pelaku ekonomi lokal, serta membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Keikutsertaan Wali Kota Gunungsitoli dalam forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan memperkuat jejaring kerja sama antarpemerintah kota dalam pengelolaan kebudayaan.
Pertukaran pengetahuan dan praktik baik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam mengembangkan potensi budaya lokal agar semakin dikenal luas tanpa kehilangan nilai dan jati diri aslinya.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Gunungsitoli Hebat, yakni mendorong pemanfaatan potensi daerah dan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan kota serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026 di Kota Singkawang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026, dengan agenda meliputi forum koordinasi kebudayaan, pameran foto, kunjungan pembelajaran, tur warisan kota, hingga karnaval budaya.
Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan keberagaman budaya Indonesia sekaligus mendorong warisan budaya agar terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (PS/356)
