POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Banjir kembali menerjang Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (12/10/2026). Genangan air kembali menjadi ancaman bagi masyarakat dan pengguna jalan, setelah kawasan tersebut sebelumnya dilanda banjir akibat jebolnya tanggul sungai.
Kondisi ini menambah kekhawatiran warga yang harus menghadapi banjir berulang. Air berwarna kecokelatan terlihat menggenangi badan jalan dan permukiman. Aktivitas masyarakat pun terganggu, sementara keselamatan warga yang melintasi genangan menjadi perhatian serius.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, banjir di kawasan Bambel Gabungan dan sekitarnya pada Minggu (11/10/2026) berkaitan dengan jebolnya tanggul sungai dan meluapnya air ke kawasan permukiman serta badan jalan. Namun, penyebab dan perkembangan banjir yang kembali terjadi pada Senin ini masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak terkait.
BWS Sumatera I, Mana Langkah Nyata?
Berulangnya banjir di kawasan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai langkah penanganan jangka panjang dari instansi yang memiliki kewenangan di bidang sumber daya air.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I diminta memberikan penjelasan terbuka mengenai penanganan sungai dan tanggul yang berkaitan dengan banjir di Desa Bambel Gabungan. Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan hanya penanganan darurat setiap kali air meluap.
Apabila kerusakan tanggul dan kondisi aliran sungai menjadi bagian dari persoalan, evaluasi teknis serta langkah perbaikan harus segera dijelaskan. Jangan sampai warga terus menghadapi ancaman banjir yang sama tanpa mengetahui kapan solusi yang lebih permanen akan diwujudkan.
Jangan Selalu Pemerintah Daerah yang Disalahkan
Penanganan banjir bukan tanggung jawab satu instansi semata. Pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BWS Sumatera I, serta instansi penyelenggara jalan harus menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.
Karena itu, tidak adil apabila seluruh sorotan hanya diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara tanpa menjelaskan peran dan tanggung jawab instansi lain yang berkaitan dengan penanganan sungai, tanggul, dan infrastruktur jalan.
Masyarakat berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab menangani kerusakan tanggul, apa langkah yang sudah dilakukan, serta bagaimana upaya mencegah banjir agar tidak terus berulang.
BWS Diminta Segera Turun ke Lapangan
BWS Sumatera I diharapkan segera melakukan evaluasi di titik terdampak, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan menyampaikan rencana penanganan secara terbuka kepada masyarakat.
Awak media juga meminta penjelasan resmi BWS Sumatera I mengenai apakah kawasan Desa Bambel Gabungan telah masuk dalam rencana penanganan banjir, bagaimana status perbaikan tanggul, serta apa langkah yang disiapkan untuk mengantisipasi banjir susulan.
Hingga berita ini disusun, tanggapan resmi BWS Sumatera I mengenai kejadian banjir yang kembali terjadi pada Senin (12/10/2026) masih perlu diperoleh. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang.
Jangan biarkan warga terus menjadi korban banjir berulang. Pemerintah daerah tidak boleh berjalan sendiri, dan setiap instansi harus hadir sesuai tanggung jawabnya. Masyarakat Bambel Gabungan menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji penanganan. (PS/ASP)

