POSKOTASUMATERA.COM – BATANGTORU – Prinsip keberlanjutan dalam industri pertambangan tidak hanya berbicara tentang bagaimana sumber daya mineral dikelola, tetapi juga bagaimana lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional memperoleh manfaat secara berkelanjutan. Semangat tersebut menjadi benang merah Tona Smartabe Edisi September 2026 yang mengangkat tema “Hari Ini Kita Jaga, Esok Kita Wariskan.”
Melalui publikasi tersebut, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, memperkenalkan berbagai pendekatan dalam pengelolaan tailings, pelestarian keanekaragaman hayati Batang Toru, hingga pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah pelosok Angkola Selatan. Tiga bidang tersebut memperlihatkan bahwa aspek teknologi, lingkungan dan sosial dapat berjalan beriringan dalam kerangka pengelolaan pertambangan yang bertanggung jawab.
Dari sisi teknologi, salah satu inovasi yang ditonjolkan adalah Filtration Plant, fasilitas yang berfungsi mengurangi kadar air pada tailings atau material sisa dari proses pengolahan bijih. Tailings yang semula berbentuk slurry, yakni campuran material padat dan air, dialirkan melalui pipa menuju fasilitas filtrasi. Selanjutnya, material dipompa menuju filter press berteknologi Diemme Filtration yang menggunakan pelat dan kain penyaring dengan sistem pengoperasian otomatis.
Tekanan pada filter press memisahkan air dari material padat. Air hasil filtrasi kemudian dikumpulkan dan diprioritaskan untuk digunakan kembali dalam kegiatan operasional pabrik pengolahan. Sementara material padat yang dihasilkan berupa tailings cake dengan kadar kelembapan sekitar 15 persen, sehingga dapat ditumpuk dan dikelola pada Tailings Management Facility (TMF) serta Alternative Tailings Facility (ATF). Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan tailings dengan kondisi material yang lebih kering dan terkontrol.
Pengelolaan tersebut juga mempertimbangkan faktor curah hujan tinggi dan perubahan iklim. Karena itu, area penyimpanan tailings kering dilengkapi sistem drainase, rancangan lereng berdasarkan kaidah teknis geoteknik, pemantauan lingkungan secara rutin serta rencana kontingensi untuk menghadapi kondisi ekstrem. Air yang masih berlebih, menurut informasi Tona Smartabe, dapat diolah terlebih dahulu melalui Water Polishing Plant hingga memenuhi baku mutu sebelum dilepas ke Sungai Batang Toru.
Tidak berhenti pada aspek teknologi, PTAR juga mengangkat kekayaan ekologis Batang Toru sebagai bagian dari edukasi generasi muda. Tiga buku mengenai flora, fauna dan spesimen herbarium dari kawasan Batang Toru diterbitkan sebagai media pembelajaran bagi pelajar agar semakin mengenal lingkungan di sekitarnya. Dokumentasi tersebut mencatat 196 jenis flora, 138 jenis fauna, serta 286 spesimen tumbuhan yang dihimpun dalam herbarium, termasuk berbagai kelompok fauna seperti mamalia, burung, reptil, amfibi dan serangga.
Bagi kawasan Batang Toru, keberadaan hutan memiliki fungsi ekologis yang luas, mulai dari menjadi habitat berbagai flora dan fauna hingga berperan dalam menjaga tata air dan keseimbangan lingkungan. Karena itu, pengenalan biodiversitas kepada pelajar tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem. Penelitian dan eksplorasi keanekaragaman hayati di ekosistem Hutan Batang Toru sendiri disebut masih terus berlangsung.
Pada bidang kesehatan, PTAR bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan dan RSUD Tapanuli Selatan menghadirkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat Desa Simarpinggan. Program yang memasuki tahun keempat pelaksanaan tersebut menghadirkan tiga dokter spesialis dan melayani masyarakat dari bayi, balita, ibu hamil hingga lansia. Sebanyak 173 warga tercatat mendapatkan pelayanan dalam kegiatan tersebut.
Pelayanan meliputi pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis, ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat, pemberian obat-obatan serta makanan tambahan. Dari total penerima layanan, 89 pasien mendapatkan pelayanan dokter spesialis penyakit dalam, 44 pasien memperoleh layanan dokter spesialis anak dan 40 pasien mendapatkan layanan spesialis kebidanan dan kandungan.
Salah seorang warga Simarpinggan, Erika Sihotang (67), mengaku terbantu setelah memperoleh pemeriksaan dan obat secara gratis. Ia sebelumnya mengalami keluhan tubuh lemas dan tidak bertenaga selama beberapa bulan. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menjelaskan adanya gangguan pada lambung dan memberikan obat sesuai resep.
Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa konsep keberlanjutan dapat diterapkan melalui berbagai pendekatan, mulai dari inovasi teknologi pengelolaan tailings, edukasi keanekaragaman hayati hingga perluasan akses layanan kesehatan. Pesan utama “Hari Ini Kita Jaga, Esok Kita Wariskan” menjadi refleksi bahwa keberlanjutan bukan hanya mengenai kondisi lingkungan hari ini, tetapi juga tentang bagaimana sumber daya, pengetahuan dan manfaat sosial dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain itu, Tona Smartabe juga memperkenalkan program pengembangan ekonomi lokal melalui Martabe Chicken Farm dan Martabe Goat Farm yang dibahas dalam PODATABE Episode 15. Program tersebut mengangkat isu ketahanan pangan serta peluang penguatan ekonomi masyarakat di sekitar Batang Toru. Dengan demikian, inovasi, lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari rangkaian upaya yang ditampilkan PTAR dalam menjalankan agenda keberlanjutan di sekitar wilayah operasional Tambang Emas Martabe.(PS/BERMAWI)

