GURU SMKN 1 BATANG ANGKOLA PERKUAT KOMPETENSI DIGITAL! STRATEGI PEMASARAN PRODUK DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA MENUJU ERA INDUSTRI KREATIF

/ Kamis, 22 Oktober 2026 / 11.08.00 WIB


Kepala.SMKN 1 Batang Angkola Nelvita Melda Lubis M.Pd Membuka Acara Penguatan Kompetensi Guru

POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, SMKN 1 Batang Angkola menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kompetensi Guru dalam Strategi Pemasaran Produk dan Pengembangan Kewirausahaan Siswa di Era Digital, di aula SMKN 1 Batang Angkola, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menjadi langkah strategis untuk membekali tenaga pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan pemasaran digital agar mampu membimbing siswa mengembangkan produk kreatif, membangun usaha mandiri, serta menghadapi persaingan dunia kerja dan dunia usaha yang semakin kompetitif.


Kepala SMKN 1 Batang Angkola, Nelvita Melda Lubis, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 30 orang guru mengikuti kegiatan dengan harapan dapat menyimak materi secara saksama, memahami perkembangan pemasaran berbasis teknologi, serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Penguatan kompetensi ini juga menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan vokasi, yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, dan jiwa kewirausahaan peserta didik.


Sebagai narasumber, Ahmad Afandi, M.E., menyampaikan materi mengenai teknik pembuatan konten promosi yang efektif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik konsumen di era digital. Ia menjelaskan bahwa konten merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun identitas produk, meningkatkan daya tarik calon pembeli, serta memperluas jangkauan pemasaran. Guru perlu memahami bagaimana menyusun pesan promosi, menentukan sasaran audiens, memilih visual yang tepat, dan menyampaikan keunggulan produk secara informatif agar konten yang dihasilkan tidak sekadar menarik perhatian, tetapi juga mampu mendorong minat konsumen.


Materi berikutnya membahas teknik pembuatan video pemasaran atau video marketing, mulai dari penyusunan konsep, pengambilan gambar, pengaturan alur cerita, hingga penyuntingan video secara kreatif. Peserta diperkenalkan pada pentingnya menyampaikan informasi produk secara ringkas, jelas, dan persuasif melalui media audiovisual. Selain itu, narasumber memberikan tips mengunggah video agar memiliki peluang menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk melalui pemilihan judul, penggunaan deskripsi yang relevan, pemanfaatan tagar yang sesuai, kualitas visual, serta konsistensi publikasi. Peluang video masuk ke halaman rekomendasi atau For You Page (FYP) TikTok juga dibahas dengan menekankan pentingnya relevansi konten dan respons audiens, tanpa menganggap jangkauan viral sebagai sesuatu yang dapat dijamin.


Dalam pemaparan strategi pemasaran digital bagi siswa SMK, Ahmad Afandi memperkenalkan sejumlah platform yang dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk hasil praktik maupun karya kewirausahaan siswa. WhatsApp dapat digunakan untuk membangun komunikasi langsung dengan pelanggan, Instagram untuk memperkuat identitas visual produk, TikTok untuk menyampaikan promosi melalui video pendek, sedangkan marketplace dapat dimanfaatkan sebagai sarana transaksi dan perluasan pasar. Sementara itu, Google Business Profile dapat membantu usaha yang memenuhi persyaratan untuk menampilkan informasi bisnis di Google Search dan Google Maps. Pemilihan platform perlu disesuaikan dengan jenis produk, karakteristik calon pembeli, kemampuan pengelolaan, serta tujuan pemasaran yang ingin dicapai.


Secara ilmiah, penguasaan pemasaran digital memberikan kesempatan bagi pembelajaran kewirausahaan untuk mengintegrasikan kreativitas, literasi teknologi, komunikasi, dan analisis pasar. Guru dapat menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dengan mengajak siswa merancang produk, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, membuat konten promosi, mempublikasikan produk, serta mengevaluasi respons konsumen berdasarkan data yang tersedia. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya belajar menghasilkan barang atau jasa, tetapi juga memahami siklus bisnis secara lebih utuh, mulai dari perencanaan hingga evaluasi pemasaran. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir inovatif dan keberanian berwirausaha sejak bangku sekolah.


Melalui kegiatan penguatan kompetensi ini, SMKN 1 Batang Angkola diharapkan semakin mampu membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pengetahuan yang diperoleh 30 guru peserta diharapkan dapat ditransformasikan menjadi praktik pembelajaran yang kreatif, aplikatif, dan berorientasi pada hasil karya siswa. Dengan dukungan guru yang kompeten dalam pemasaran digital, produk kewirausahaan siswa berpeluang dikenal lebih luas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa sekolah kejuruan bukan hanya tempat mencetak tenaga kerja terampil, melainkan juga ruang tumbuh bagi generasi muda yang inovatif, produktif, mandiri, dan siap menjadi pelaku usaha di era ekonomi digital.(PS/BERMAWI)

Salah satu Guru SMKN 1 Batang Angkola Memberikan Pertanyaan Kepada Nara Sumber


Komentar Anda

Terkini: