H.Tantawi Desak Direktur Poltekpel Malahayati Tak Bungkam soal Kasus Muhammad Rasya Fadillah

/ Kamis, 01 Oktober 2026 / 19.17.00 WIB

Ketua Komisi 2 DPR Aceh Kunjung Ke Rumah korban meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla,

POSKOTASUMATRA.COM |LHOKSEUMAWE— Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H.Tantawi, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla, mahasiswa D-III Nautika Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh asal Kota Lhokseumawe.

Tantawi mendesak aparat dan pihak terkait mengusut secara tuntas penyebab meninggalnya almarhum. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta agar keluarga memperoleh kepastian serta keadilan dan ini juga telah mencoreng nama Pahlawan Nasional Malahayati dan nama baik Aceh.

“Saat saya mendengar langsung dari ayah korban, beliau meminta agar kasus ini diusut seadil-adilnya agar tidak ada lagi Rasya selanjutnya . Oleh Karena itu, saya berharap seluruh proses berjalan sesuai hukum tanpa pandang bulu,” ujar Tantawi.

Menurut Tantawi, setiap informasi maupun temuan dalam kasus tersebut harus diperiksa secara cermat dan objektif. Ia meminta semua pihak menghormati proses pemeriksaan yang sedang dilakukan aparat terkait.

Di sisi lain, Tantawi menegaskan bahwa kekerasan dalam dunia pendidikan harus dihentikan. Ia menyatakan, tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap siswa, santri, mahasiswa, maupun masyarakat yang berada dalam posisi rentan.

“Kita tidak ingin kejadian seperti ini kembali terjadi. Jangan ada lagi kekerasan terhadap siswa maupun mahasiswa, terlebih terhadap masyarakat yang lemah. Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, berkembang, dan membentuk generasi yang lebih baik,” tegas Tantawi.

Ia menambahkan, keselamatan dan perlindungan peserta didik harus menjadi perhatian utama seluruh lembaga pendidikan. Menurutnya, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun dan tidak boleh menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Saya mengecam segala bentuk kekerasan terhadap pelajar, peserta didik, maupun mahasiswa. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan dalam dunia pendidikan. Keselamatan dan hak setiap peserta didik harus menjadi prioritas,” katanya.

Tantawi berharap pemeriksaan atas meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla dapat berjalan secara objektif hingga diperoleh kejelasan dan kepastian bagi keluarga.

“Semoga kasus ini diusut sampai tuntas dan menjadi evaluasi bersama agar ke depan tidak ada lagi korban akibat kekerasan di lingkungan pendidikan di Aceh,” pungkasnya.(PS|IMAM)

Komentar Anda

Terkini: