HUMBAHAS MATANGKAN LANGKAH, FRIEDRICH SILABAN DIUSULKAN JADI PAHLAWAN NASIONAL

/ Sabtu, 24 Oktober 2026 / 10.49.00 WIB

 

TP2GD Himpun Bukti Sejarah dan Kajian Akademis, Pemkab Humbang Hasundutan Siap Kawal Pengusulan Sang Maestro Arsitektur Indonesia

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS, Langkah untuk mengangkat jasa dan pengabdian Friedrich Silaban ke panggung penghargaan tertinggi bangsa terus dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), mulai memantapkan tahapan pengusulan arsitek besar Indonesia yang berasal dari Bona Pasogit tersebut sebagai Pahlawan Nasional.

Keseriusan itu ditandai dengan rapat pembahasan pelaksanaan tahapan pengusulan Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional yang digelar pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Ruang Inspirasi, Kantor Bupati Humbang Hasundutan.

Rapat ini menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan para tokoh yang terlibat dalam proses pengkajian. 

Fokusnya tidak hanya pada pengumpulan dokumen dan bukti sejarah, tetapi juga pada penyusunan kajian yang komprehensif mengenai kiprah, karya, serta kontribusi Friedrich Silaban bagi perjalanan pembangunan Indonesia.

Sebagai daerah asal atau Bona Pasogit Friedrich Silaban, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukkan komitmennya untuk mendukung proses pengusulan tersebut. 

Komitmen itu diwujudkan melalui penerbitan Keputusan Bupati Humbang Hasundutan Nomor 220 Tahun 2026 tentang pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, menegaskan bahwa pengusulan Friedrich Silaban didasarkan pada jasa dan kontribusinya yang besar dalam pembangunan nasional, khususnya dalam perkembangan arsitektur Indonesia.

Friedrich Silaban dikenal sebagai salah satu arsitek terkemuka Indonesia yang melahirkan karya-karya monumental dengan nilai arsitektur, sejarah, dan kebangsaan yang kuat. 

Namanya melekat pada sejumlah bangunan penting yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa, di antaranya Masjid Istiqlal di Jakarta, Gelora Bung Karno, dan Monumen Nasional (Monas).

Karya-karya tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan juga representasi perkembangan arsitektur Indonesia serta bagian dari wajah dan identitas nasional. Melalui karya-karyanya, Friedrich Silaban turut memberikan sumbangan penting bagi perkembangan dunia arsitektur di Tanah Air.

Bagi Humbang Hasundutan, pengusulan ini juga menjadi momentum untuk menelusuri, mendokumentasikan, dan memperkenalkan lebih luas kiprah putra daerah yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Rapat TP2GD tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, serta Sekretaris Daerah Humbahas sekaligus Ketua TP2GD, Chiristison Rudianto Marbun.

Turut mengikuti rapat sejumlah anggota tim, di antaranya Dr. Eriko Silaban, Drs. Manguji Nababan, Jorotman Purba, serta Kepala Dinas Sosial selaku Sekretaris TP2GD, Rambe Mardongan Manalu, bersama peserta lainnya.

Sementara itu, sejumlah akademisi dan tokoh turut berpartisipasi melalui konferensi daring atau Zoom, antara lain Prof. Rikson Siburian, Prof. Effendi Napitupulu, Prof. Robert Sibarani, Prof. Pantas Silaban, Tonny Sihombing, dan Nelson Lumbantoruan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat proses penelitian dan pengkajian, sehingga penyusunan dokumen pengusulan memiliki landasan sejarah dan akademis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional, kelengkapan data dan ketajaman kajian menjadi bagian yang sangat penting. Karena itu, TP2GD diharapkan mampu menghimpun berbagai sumber sejarah, dokumen pendukung, kesaksian, serta referensi akademis yang relevan untuk menjelaskan jasa dan kontribusi Friedrich Silaban.

Pengkajian dilakukan untuk membangun gambaran yang utuh mengenai perjalanan hidup, kiprah, karya, dan sumbangsihnya bagi bangsa Indonesia. Seluruh bahan tersebut akan menjadi bagian dari dokumen yang disiapkan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi berbagai program yang diperlukan guna mendukung proses tersebut, termasuk koordinasi antarpihak dan penguatan bahan kajian.

Saat ini, proses pengusulan Friedrich Silaban telah memasuki tahapan teknis dan akademis. Hasil kajian yang disusun TP2GD nantinya akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengikuti tahapan berikutnya sebelum diajukan secara resmi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang membutuhkan ketelitian, kelengkapan administrasi, kekuatan bukti sejarah, serta kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui kerja bersama pemerintah daerah, akademisi, dan para tokoh, pengusulan Friedrich Silaban diharapkan dapat berjalan secara terarah dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Bagi Humbang Hasundutan, upaya ini bukan semata-mata pengajuan sebuah gelar kehormatan. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan ikhtiar untuk merawat ingatan sejarah, mengangkat kontribusi putra daerah, serta memastikan karya dan pengabdian Friedrich Silaban mendapat tempat yang layak dalam catatan perjalanan bangsa Indonesia.

Dari Bona Pasogit Humbang Hasundutan, upaya mengenang dan mengabadikan jasa Friedrich Silaban kini memasuki tahapan penting. Melalui pengkajian yang terukur dan dukungan berbagai pihak, harapan agar kiprah sang maestro arsitektur Indonesia memperoleh pengakuan sebagai Pahlawan Nasional terus diperjuangkan melalui jalur resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku. (PS/B.Nababan)

Komentar Anda

Terkini: