LAHAN KOSONG JADI KEBUN PRODUKTIF KETAHANAN PANGAN! SMAN 1 ANGKOLA SELATAN DUKUNG PROGRAM KADISDIK PROVSU

/ Kamis, 22 Oktober 2026 / 08.47.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – SMA Negeri 1 Angkola Selatan terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan melalui gerakan pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun produktif. Dengan membudidayakan jahe, serai, kangkung, dan bawang prei, peserta didik diajak mengembangkan keterampilan bercocok tanam sekaligus mengenal potensi pertanian sederhana yang bermanfaat bagi ketahanan pangan keluarga.


Program tersebut sejalan dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si., yang mendorong pemanfaatan lahan kosong untuk kegiatan produktif, termasuk di lingkungan rumah masing-masing. Langkah ini menjadi bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan di sekolah dengan praktik kehidupan sehari-hari, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan keterampilan hidup dan kemandirian peserta didik.


Kepala SMAN 1 Angkola Selatan, Ansyaruddin Siregar, S.Pd., turut mendorong penerapan kegiatan budidaya tanaman sebagai bagian dari pengembangan karakter dan kreativitas siswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat belajar mengenali jenis tanaman, menyiapkan media tanam, melakukan penanaman, memberikan perawatan, hingga mengamati proses pertumbuhan. Pengalaman langsung ini diharapkan memperkuat pemahaman siswa terhadap ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.


Pemilihan jahe, serai, kangkung, dan bawang prei memiliki nilai edukatif sekaligus manfaat praktis. Jahe dan serai dikenal sebagai tanaman rempah yang banyak digunakan dalam kebutuhan rumah tangga, sedangkan kangkung dan bawang prei dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Melalui budidaya tanaman tersebut, siswa dapat mempelajari kebutuhan air, unsur hara, pencahayaan, kesuburan tanah, serta teknik perawatan yang sesuai. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan terbatas pun dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan keluarga.


Lebih jauh, gerakan ini diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan oleh peserta didik di rumah masing-masing. Siswa didorong untuk mengidentifikasi pekarangan atau sudut rumah yang belum dimanfaatkan, kemudian mengubahnya menjadi kebun sederhana. Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan lahan, penanaman dapat dilakukan menggunakan pot, polibag, atau wadah bekas yang aman dan layak. Selain menghasilkan tanaman bermanfaat, kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya penghijauan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal.


Dari perspektif pendidikan karakter, kegiatan bercocok tanam menjadi media pembelajaran untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, kerja sama, dan ketekunan. Siswa belajar bahwa tanaman tidak dapat tumbuh optimal tanpa perawatan yang konsisten. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, kegiatan ini juga dapat memperkenalkan dasar-dasar kewirausahaan, seperti perhitungan biaya produksi, pemeliharaan tanaman, pemanfaatan hasil panen, hingga pengenalan nilai ekonomi produk pertanian. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan kehidupan masa depan.


Melalui gerakan pemanfaatan lahan kosong tersebut, SMAN 1 Angkola Selatan diharapkan mampu membangun budaya pendidikan yang produktif, inovatif, dan berwawasan lingkungan, sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik menjadi faktor penting agar kegiatan ini berkembang menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan. Lahan kosong bukan sekadar ruang yang terabaikan, melainkan peluang untuk menanam harapan, memanen pengetahuan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan menumbuhkan kemandirian generasi muda sejak dini.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: