Manfaatkan Lahan Kosong untuk Ketahanan Pangan, SMAN 1 Batang Angkola Tanamkan Kemandirian Siswa

/ Rabu, 14 Oktober 2026 / 17.09.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-BATANG ANGKOLA – SMA Negeri 1 Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus mendorong penguatan karakter dan keterampilan peserta didik melalui program ketahanan pangan berbasis lingkungan sekolah. Program ini diwujudkan dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar sekolah untuk kegiatan bercocok tanam sebagai sarana pembelajaran praktis sekaligus upaya menumbuhkan kemandirian siswa dan siswi.


Kepala SMAN 1 Batang Angkola, Jahrona, S.Pd., menjadi sosok yang memimpin lingkungan pendidikan tersebut dalam mendorong kegiatan yang mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata. Pemanfaatan lahan kosong tidak hanya bertujuan menjadikan lingkungan sekolah lebih produktif, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal proses budidaya tanaman, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga pemanfaatan hasil panen.


Program ketahanan pangan ini memiliki nilai edukatif karena mengajarkan siswa pentingnya ketersediaan pangan dan pemanfaatan sumber daya secara optimal. Melalui kegiatan bercocok tanam, peserta didik dapat memahami bahwa pemenuhan kebutuhan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara bijaksana dan berkelanjutan.


Selain menambah wawasan tentang pertanian, kegiatan ini juga menjadi media pembentukan karakter. Siswa dilatih untuk bertanggung jawab, disiplin, bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Proses merawat tanaman membutuhkan ketekunan dan konsistensi, sehingga peserta didik dapat belajar menghargai setiap tahapan usaha dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.


Dari perspektif pendidikan, praktik pemanfaatan lahan kosong juga mendukung pembelajaran kontekstual, yakni pendekatan yang menghubungkan pengetahuan di ruang kelas dengan pengalaman langsung di lapangan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mengenali potensi pertanian sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.


Kepemimpinan Kepala SMAN 1 Batang Angkola, Jahrona, S.Pd., dalam mendorong program tersebut diharapkan mampu membangun budaya sekolah yang produktif, peduli lingkungan, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Keberlanjutan program dapat diperkuat melalui keterlibatan warga sekolah, pemilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, serta pendampingan yang terarah agar kegiatan bercocok tanam memberikan manfaat pendidikan secara optimal.


Melalui program ketahanan pangan ini, SMAN 1 Batang Angkola menunjukkan bahwa lahan kosong dapat dikembangkan menjadi ruang belajar yang bernilai guna. Lebih dari sekadar kegiatan menanam, program ini menjadi langkah edukatif untuk membentuk generasi muda yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya ketahanan pangan. Dengan memulai dari lingkungan sekolah, nilai kemandirian diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan positif yang bermanfaat bagi siswa, keluarga, dan masyarakat luas.(PS/BERMAWi)

Komentar Anda

Terkini: