POSKOTASUMATERA.COM, GUNUNGSITOLI - Perencanaan penanggulangan bencana yang terarah dan terintegrasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah, mengurangi risiko bencana, serta melindungi masyarakat.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyelenggarakan Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Gunungsitoli Tahun 2025–2029, bertempat di Ruang Rapat II Lantai 2 Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE. Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan penting untuk menghimpun aspirasi, masukan, dan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan dokumen perencanaan penanggulangan bencana.
Sekda mengajak perangkat daerah, pihak kecamatan, organisasi, dan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi serta menyepakati isu-isu prioritas kebencanaan yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperjelas tugas dan fungsi masing-masing pihak agar upaya penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara terkoordinasi sesuai kewenangannya.
"Dokumen yang disusun harus menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan penanggulangan bencana. Aspirasi masyarakat perlu dicatat, ditelaah, dan ditindaklanjuti secara tepat agar perencanaan yang dihasilkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah," ujarnya.
Penyusunan dokumen tersebut mencakup empat fokus utama, yaitu Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, Rencana Kontinjensi, dan Rencana Aksi Daerah.
Keempat fokus ini menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan penanggulangan bencana yang komprehensif serta memperjelas langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pihak terkait dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Konsultan Tim Penyusun RPB dari PT. DRR Indonesia, Revanche Jefrizal, yang membahas penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan perencanaan yang terarah dan berkelanjutan.
Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Gunungsitoli Drs. Arham Dusky Hia, M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Kota Gunungsitoli Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., beserta jajaran, perwakilan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli, serta pemangku kepentingan terkait.
Melalui konsultasi publik ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam menghasilkan dokumen perencanaan penanggulangan bencana yang komprehensif, terintegrasi, dan sesuai dengan karakteristik wilayah.
Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin baik, dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan penanggulangan bencana yang lebih terarah, sekaligus mendukung upaya perlindungan masyarakat dan pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana. (PS/356)
