POSKOTASUMATERA.COM, GUNUNGSITOLI - Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong peningkatan produksi pertanian lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, menjaga ketersediaan pasokan, dan mendukung stabilitas harga komoditas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak yang dipimpin langsung Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., di lahan milik Ustadz Badrinal, Desa Idanötae, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Pemko Gunungsitoli terhadap program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan produksi cabai merah sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Gerakan tersebut dilaksanakan serentak oleh pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, dengan kegiatan tingkat provinsi dipusatkan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan.
Pelaksanaan di daerah terhubung melalui siaran langsung dan Zoom, serta dirangkaikan dengan peluncuran Kampus Mandiri Pangan secara daring oleh Pj Sekda Provinsi Sumut, Timur Tumanggor.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Gunungsitoli, Darmawan Zagoto, S.P., Anggota DPRD Kota Gunungsitoli Dapil II, Karianus Gea, Camat Gunungsitoli Idanoi, Elriansyah Gulo, S.T., serta para kepala desa dan jajaran terkait.
Wali Kota menyampaikan bahwa gerakan tanam cabai merah merupakan langkah konkret untuk mendorong peningkatan produksi hortikultura dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif.
"Kita ingin memotivasi masyarakat, khususnya petani, untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan sehingga turut memperkuat ketersediaan komoditas pangan di daerah," ujar Sowa'a Laoli.
Wali Kota juga mengapresiasi pemanfaatan lahan seluas enam hektare milik Ustadz Badrinal yang digunakan untuk pertanian dengan pola tumpang sari cabai merah dan jagung.
Menurutnya, optimalisasi lahan melalui pola tanam yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan potensi pertanian.
Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan, Wali Kota mengarahkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan agar memberikan pendampingan berkelanjutan kepada petani, mulai dari pengelolaan lahan, penerapan teknik budidaya yang tepat, hingga peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.
Peningkatan produksi cabai merah diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan, mengurangi tekanan terhadap harga, serta mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah secara bertahap.
Melalui gerakan ini, Pemko Gunungsitoli mengajak masyarakat memanfaatkan lahan secara produktif dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan petani guna mewujudkan kemandirian pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan menuju Gunungsitoli Hebat. (PS/356)
