BPBD Tapsel Memberikan Pengarahan Kepada Anggota BPBD dan Warga Masyarakat
POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Parsariran memicu peningkatan debit air hingga menyebabkan banjir luapan di Dusun Setia Negara, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (23/10/2026) malam. Bencana hidrometeorologi tersebut mengakibatkan rumah dan tempat usaha warga terendam, dengan total kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp96 juta. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS).
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, kenaikan debit Sungai Parsariran mulai terpantau sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu. Curah hujan kemudian terjadi di Kecamatan Batangtoru sekitar pukul 18.30 WIB, sebelum air sungai meluap dan memasuki permukiman penduduk sekitar pukul 19.00 WIB. Aliran air yang masuk ke rumah dan tempat usaha warga menyebabkan kerusakan pada bangunan serta sejumlah barang milik masyarakat.
Data sementara mencatat empat warga mengalami dampak pada rumah dan tempat usaha mereka, terdiri atas rumah, rumah sekaligus warung, serta warung kopi. Ketinggian air di dalam bangunan berkisar 40–50 sentimeter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa berdasarkan laporan awal, genangan tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas rumah tangga dan bangunan yang berpotensi mengganggu aktivitas serta perekonomian keluarga terdampak.
Salah seorang warga, Rahmat Harahap (64), mengalami kerusakan pada bagian dapur, tempat duduk lesehan, kamar mandi, dan sejumlah perabotan rumah tangga. Air yang merendam rumahnya hingga sekitar 50 sentimeter menyebabkan kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp35 juta. Sementara itu, rumah sekaligus warung milik Mukhlis Nasution (58) terendam sekitar 40 sentimeter. Sejumlah fasilitas, termasuk bagian musala dan kamar mandi berbahan bangunan permanen, turut dilaporkan mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian mencapai Rp50 juta.
Personil BPBD Tapsel bersama TNI/POLRI dan Warga masyarakat melakukan pembersihan di Lokasi Banjir
Dampak serupa dialami Sabaruddin Lubis (63), seorang petani atau pekebun, yang rumahnya terendam air hingga sekitar 50 sentimeter. Selain merusak sejumlah perabotan rumah tangga, banjir menyebabkan dinding dapur berbahan papan miring dan dua lembar papan jebol, dengan perkiraan kerugian Rp8 juta. Adapun Emmi Chairani Sihombing (56) mengalami kerusakan pada warung kopi berbahan papan dengan estimasi kerugian sekitar Rp3 juta. Jika seluruh taksiran tersebut dijumlahkan, total kerugian material sementara mencapai Rp96 juta, meskipun nilainya masih dapat berubah sesuai hasil pendataan lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, Zulkarnaen Siregar, SP, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Handi Febrial Batubara, S.Kom, melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memantau kondisi warga, mengidentifikasi kerusakan, serta memperoleh data yang diperlukan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. Unsur TNI/Polri, Camat Batangtoru, kepala desa dan lurah se-Kec8amatan Batangtoru, serta masyarakat turut hadir dalam kegiatan di lokasi terdampak. Hingga laporan awal disusun, tidak terdapat laporan korban jiwa.
Secara ilmiah, banjir luapan sungai terjadi ketika volume air yang masuk ke alur sungai meningkat melampaui kapasitas tampungnya. Intensitas dan durasi hujan, kondisi tanah, karakteristik daerah aliran sungai, perubahan tutupan lahan, serta sedimentasi dapat memengaruhi besarnya limpasan permukaan dan potensi genangan. Untuk mengurangi risiko kejadian serupa, diperlukan pemantauan kondisi sungai, penguatan sistem peringatan dini, pemeliharaan saluran drainase, serta peningkatan kesiapan evakuasi masyarakat. Warga yang tinggal di sekitar Sungai Parsariran diimbau tetap waspada ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu, segera menjauhi tepian sungai apabila debit air meningkat, dan mengikuti informasi resmi dari petugas kebencanaan.
BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan terus mengingatkan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci untuk meminimalkan dampak bencana. Pesan yang perlu menjadi perhatian bersama ialah: “Kenali Bencana, Kurangi Risikonya. Sadar Bencana, Siaga Bencana, Tanggap Bencana, Siap untuk Selamat.” Melalui sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan TNI/POLRI, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi bencana semakin kuat sehingga keselamatan warga serta keberlangsungan mata pencaharian masyarakat di kawasan rawan banjir dapat lebih terlindungi.(PS/BERMAWI)
BPBD Tapsel Bersama TNI/Polri, Jajaran Kades/Lurah membersihkan Lokasi Banjir


