POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN, SUMATERA UTARA— Menjaga kelestarian hutan bukan hanya tentang melindungi pepohonan, tetapi juga memastikan satwa liar memiliki ruang yang aman untuk bergerak di habitat alaminya. Berangkat dari semangat tersebut, PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE) telah membangun tiga jembatan arboreal baru di kawasan PLTA Batangtoru sebagai bagian dari upaya mendukung konektivitas habitat dan perlindungan satwa liar.
Ketiga jembatan yang telah dibangun ini semuanya menyeberangi Sungai Batang Toru. Jembatan-jembatan tersebut menghubungkan habitat di sisi timur sungai dengan habitat satwa liar di sisi barat sungai. Kehadirannya diharapkan dapat menyediakan jalur penyeberangan bagi satwa primata yang beraktivitas di tajuk pepohonan, sekaligus mengurangi risiko saat satwa berpindah antarkawasan.
Jembatan arboreal ini mendukung jalur dispersal, yaitu jalur yang membantu satwa berpindah antarkawasan hutan, menjangkau habitat baru, dan bertemu dengan populasi lain. Konektivitas tersebut dapat membantu mengurangi risiko perkawinan sedarah dan persaingan sumber daya, sekaligus mendukung kemampuan satwa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Tiga jembatan baru ini melengkapi 11 (sebelas) jembatan arboreal yang sebelumnya telah dibangun di area proyek PLTA Batangtoru. Penambahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperhatikan kebutuhan pergerakan satwa liar di sekitar kawasan pengembangan infrastruktur energi.
“Pada prinsipnya, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem di sekitarnya. Melalui penambahan jembatan arboreal ini, kami ingin mendukung tersedianya jalur pergerakan yang lebih aman bagi satwa primata, sehingga konektivitas habitat tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan PLTA Batangtoru,” ujar Manager Lingkungan dan Biodiversitas PT NSHE, Iqbal Nizar.
Selain membangun fasilitas baru, PT NSHE juga melakukan pemeliharaan jembatan arboreal yang telah terpasang serta perawatan kamera trap sebagai bagian dari kegiatan pemantauan keanekaragaman hayati. Langkah ini bertujuan menjaga kondisi dan keamanan fasilitas penyeberangan satwa, sekaligus mendukung keberlanjutan pengumpulan data mengenai keberadaan dan aktivitas satwa liar.
Melalui pemantauan kamera trap, perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai jenis satwa yang teridentifikasi serta aktivitasnya di titik pemantauan. Data tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memahami kondisi keanekaragaman hayati dan mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan.
“Konservasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan dan pemantauan secara berkelanjutan. Karena itu, jembatan arboreal dan kamera trap menjadi bagian dari upaya kami untuk memahami aktivitas satwa, mengevaluasi kondisi di lapangan, serta memastikan aspek perlindungan satwa dan habitatnya terus diperhatikan dalam kegiatan operasional perusahaan,” tambah Iqbal.
Dalam pelaksanaannya, perencanaan pembangunan dan pemeliharaan jembatan arboreal turut memperhatikan karakteristik lokasi, perlindungan pohon, keselamatan kerja, serta prinsip konservasi keanekaragaman hayati. Penentuan titik pemasangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bentang alam dan kebutuhan konektivitas habitat, agar fasilitas yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi satwa sasaran.
Melalui upaya ini, PT NSHE terus mengintegrasikan perhatian terhadap keanekaragaman hayati dengan pengembangan PLTA Batangtoru sebagai proyek energi terbarukan. Perusahaan berupaya mendorong pembangunan yang tidak hanya berkontribusi terhadap kebutuhan energi nasional, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan habitat satwa liar.
Tiga jembatan. Satu hutan. Harapan bagi keberlangsungan kehidupan satwa liar.
Melalui inisiatif Three Bridges, One Forest, PT NSHE menegaskan pentingnya menjaga keterhubungan habitat sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan, agar pembangunan energi dan upaya perlindungan alam dapat berjalan beriringan.(PS/BERMAWI)


