Ulama kondang Indonesia, Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad, Lc., M.E., Ph.D. atau yang Akrab disapa UAS sedang bincang bincang Dengan Ketua BAZNAS Tapsel Jon Sujani Pasaribu
POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Dukungan terhadap penguatan pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat datang dari ulama kondang Indonesia, Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad, Lc., M.E., Ph.D. atau ulama kondang Indonesia, Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad, Lc., M.E., Ph.D. atau yangSelatan (Tapsel), sekaligus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi tersebut demi memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan itu disampaikan UAS saat menerima kunjungan silaturahmi pimpinan dan jajaran BAZNAS Tapanuli Selatan di Rumah Omak, Kompleks Pesantren Ma’had Az-Zahra, Ahad (11/10/2026). Rombongan dipimpin Ketua BAZNAS Tapsel Jon Sujani Pasaribu, didampingi Wakil Ketua II Asep Safaat Siregar, Kepala Bagian Pelaksana Wahyu Parondingan Siregar, serta staf BAZNAS Zul Fadli Harahap. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dalam pengelolaan dana umat secara amanah dan berorientasi pada kemaslahatan.
Dalam pertemuan itu, Jon Sujani Pasaribu memaparkan sejumlah program prioritas BAZNAS Tapsel, terutama program zakat produktif bergulir yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi mustahik atau penerima zakat. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta membangun ketahanan ekonomi secara bertahap. Orientasi akhirnya bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan membuka peluang agar mustahik kelak mampu mandiri dan bertransformasi menjadi muzakki, yakni orang yang menunaikan zakat.
Selain menyampaikan perkembangan program, Jon Sujani juga memohon bimbingan, nasihat, dan petuah dari UAS agar pelaksanaan tugas-tugas keumatan semakin terarah. Ia turut mengharapkan doa bagi seluruh jajaran BAZNAS Tapsel agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keteguhan dalam menjalankan amanah. Bagi lembaga pengelola zakat, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting yang harus dijaga melalui tata kelola yang transparan, profesional, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menanggapi paparan tersebut, UAS menyampaikan dukungan moral sekaligus mengingatkan pentingnya zakat dalam ajaran Islam. Ia menyoroti ayat-ayat Al-Qur’an yang menyandingkan perintah mendirikan salat dengan menunaikan zakat. Pesan tersebut menegaskan bahwa kesalehan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, seperti rukuk dan sujud, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kesediaan berbagi sebagian harta untuk membantu sesama. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, zakat, infak, wakaf, dan sedekah dapat menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk memperkuat solidaritas serta mengurangi kesenjangan sosial.
UAS juga menggunakan perumpamaan sederhana tentang lidi untuk menggambarkan kekuatan persatuan. “Kalau satu batang lidi hanya bisa mencongkel gigi, tapi kalau lidi-lidi ini disatukan, maka banyak sampah yang akan hilang. Di antaranya adalah kemiskinan, saudara kita yang tidak bisa menyekolahkan anak. Maka dengan kita bayarkan zakat, infak, sedekah kita ke BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan, insya Allah berkah rezeki, berkah kehidupan menjadi lebih baik,” demikian pesan UAS dalam testimoni yang disampaikannya. Perumpamaan itu menggambarkan bahwa kontribusi kecil yang dihimpun dan dikelola secara bersama-sama berpotensi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dukungan UAS tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi BAZNAS Tapanuli Selatan untuk terus memperkuat program pemberdayaan, meningkatkan kepercayaan publik, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, serta sedekah melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang amanah dan program yang tepat sasaran, dana umat berpeluang menjadi kekuatan sosial-ekonomi untuk membantu keluarga prasejahtera, mendukung pendidikan anak, serta membuka jalan menuju kemandirian. Semangat yang dibangun bukan hanya mengajak masyarakat berbagi, tetapi juga menjadikan zakat sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan kehidupan umat yang lebih sejahtera, berdaya, dan penuh keberkahan.(PS/BERMAWI)


