WASPADA ASAP KEBAKARAN! DINKES TANJUNGBALAI IMBAU MASYARAKAT LINDUNGI KESEHATAN DIRI DAN KELUARGA

/ Jumat, 16 Oktober 2026 / 07.20.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM – TANJUNGBALAI – Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran yang dapat mengganggu kesehatan. Paparan asap berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama ketika kualitas udara memburuk dan konsentrasi partikel pencemar meningkat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai, Safrina Yanti Harahap, SKM., MKM., mengajak masyarakat menerapkan langkah pencegahan guna melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari bahaya polusi udara.


Asap kebakaran mengandung campuran gas dan partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup. Partikel berukuran sangat kecil berpotensi menembus jauh ke dalam paru-paru, memicu peradangan, serta memperburuk kondisi kesehatan tertentu. Dampak paparan dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada tingkat pencemaran, lamanya terpapar, serta kondisi kesehatan masing-masing. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami risiko asap kebakaran dan tidak menganggap remeh gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi udara berasap.


Kelompok yang membutuhkan perlindungan lebih ketat meliputi balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), penderita asma, orang dengan penyakit paru-paru, serta penderita penyakit jantung. Anak-anak memiliki sistem pernapasan yang masih berkembang, sedangkan lansia dan penderita penyakit kronis dapat mengalami perburukan gejala akibat paparan polutan. Bagi kelompok tersebut, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memastikan kondisi lingkungan tempat tinggal tetap aman menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kesehatan.


Gejala akibat paparan asap dapat berupa iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, pilek, serta keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pada kondisi tertentu, paparan juga dapat memicu sesak napas, serangan asma, sakit kepala, dan rasa lemas yang tidak biasa. Bahkan, pencemaran udara dapat memperburuk penyakit jantung maupun paru-paru kronis. Apabila keluhan terus berlanjut atau semakin berat, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis agar memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.


Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan tetap berada di dalam rumah ketika asap pekat, menutup pintu dan jendela, serta mengurangi masuknya udara tercemar. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95, dapat membantu menyaring partikel halus apabila terpasang dengan benar. Masyarakat juga perlu menghindari olahraga dan aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kualitas udara memburuk karena peningkatan frekuensi pernapasan dapat menambah jumlah polutan yang masuk ke dalam tubuh.


Upaya menjaga kesehatan juga perlu dilakukan setelah seseorang terpapar asap. Masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mandi, mencuci muka, dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah. Selain itu, hindari membakar sampah dan merokok di dalam rumah karena tindakan tersebut dapat menambah pencemaran udara di lingkungan keluarga. Rumah yang bersih dari sumber asap, disertai pembatasan paparan dari luar, dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan.


Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai turut mengingatkan masyarakat agar mengenali tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan segera. Sesak napas berat, nyeri dada, pusing hebat, kelemahan yang tidak biasa, maupun batuk yang terus-menerus dan memburuk harus mendapatkan perhatian medis. Segera datangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan tersebut. Jika terjadi kesulitan bernapas yang berat atau kondisi darurat lainnya, jangan menunda pertolongan medis. Kewaspadaan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi kesehatan berkembang menjadi lebih serius.


Melalui imbauan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai, Safrina Yanti Harahap, SKM., MKM., mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kesadaran bersama dalam menghadapi risiko asap kebakaran. Perlindungan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan kepedulian keluarga dan lingkungan. Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, membatasi paparan asap, serta segera mencari pertolongan ketika muncul tanda bahaya, masyarakat diharapkan tetap sehat dan produktif. “Sehat Kita, Kuat Bersama” menjadi semangat untuk memperkuat kepedulian dan menjaga kesehatan masyarakat Kota Tanjungbalai.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: