POSKOTASUMATERA.COM – ANGKOLA BARAT – Kabut asap menjadi salah satu ancaman terhadap kesehatan masyarakat yang perlu diwaspadai, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan akibat meningkatnya konsentrasi partikel pencemar di atmosfer. Menyikapi kondisi tersebut, UPT Puskesmas Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna melindungi diri serta keluarga dari dampak buruk paparan kabut asap.
Kepala UPT Puskesmas Sitinjak, Holida Hannum, S.Tr.Keb, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan ketika udara berasap. Kabut asap dapat mengandung partikel halus yang mampu masuk ke saluran pernapasan, bahkan mencapai bagian paru-paru. Paparan tersebut berpotensi memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta memperburuk penyakit pernapasan yang telah diderita sebelumnya.
Kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus meliputi bayi dan anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta individu yang memiliki riwayat asma, penyakit paru-paru, atau gangguan jantung. Sistem pernapasan anak-anak masih berkembang, sedangkan lansia dan penderita penyakit kronis cenderung lebih rentan mengalami komplikasi akibat kualitas udara yang buruk. Karena itu, perlindungan terhadap kelompok rentan perlu menjadi prioritas bersama, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap menebal, khususnya kegiatan fisik yang meningkatkan frekuensi pernapasan. Apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai dan terpasang dengan baik. Masker respirator seperti N95 atau KN95 yang pas di wajah dapat membantu menyaring partikel halus, sedangkan masker kain biasa tidak memberikan perlindungan yang setara terhadap partikel tersebut.
Selain itu, masyarakat disarankan menutup pintu dan jendela ketika asap pekat masuk ke lingkungan permukiman. Jika tersedia, gunakan penyaring udara dalam ruangan yang sesuai dan hindari aktivitas yang menambah polusi di dalam rumah, seperti membakar sampah atau merokok. Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi juga penting untuk menunjang kondisi tubuh, meskipun langkah tersebut tidak dapat menggantikan upaya mengurangi paparan polutan.
UPT Puskesmas Sitinjak juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi udara berasap. Batuk yang semakin berat, napas berbunyi, sesak napas, nyeri dada, atau keluhan pernapasan yang memburuk perlu segera mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan. Apabila mengalami sesak napas berat atau kesulitan bernapas, masyarakat harus segera mencari pertolongan medis darurat. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Melalui edukasi kesehatan ini, UPT Puskesmas Sitinjak mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Angkola Barat untuk membangun kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap kualitas udara, serta menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari aktivitas pembakaran yang menghasilkan asap. Upaya melindungi kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Dengan semangat pelayanan “Melayani dengan Sehati”, Puskesmas Sitinjak mengajak masyarakat mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih aman, sebab udara bersih merupakan bagian penting dari kualitas hidup dan hak setiap orang.(PS/BERMAWI)
