STUDY TOUR: Bus yang akan mengangkut pelajar SMA Negeri 2 Padangsidimpuan Study Lingkungan ke Pulau Pane Barus Kabupaten Tapanuli Tengah. POSKOTA/BERMAWI
POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN- SMA
Negeri 2 Padangsidimpuan melaksanakan study Lingkungan ke Pulau Pane Barus
Kabupaten Tapanuli Tengah dengan menggunakan armada Bus Nusa Dua dan Mandailing
Transport.
Pelajar yang berangkat Study Lingkungan sebanyak 70
pelajar, diberangkat, Sabtu (10/02) sekitar pukul 08.00 Wib dari SMAN 2
Padangsidimpuan dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah dan guru guru SMAN 2
Padangsidimpuan.
Kepala SMAN 2 Padangsidimpuan Manaor Baharuddin
Tampubolon mengatakan, study lingkungan ke Barus adalah untuk
mempelajari proses yang sebenarnya langsung di lapangan.
“Study lingkungan diadakan karena kebutuhan
siswa untuk mendapatkan pengalaman secara langsung. Hal tersebut diadakan
karena tidak mungkin menghadirkan setiap peristiwa ke dalam kelas untuk
dipelajari dan diamati.
Beberapa manfaat
study Lingkungan antara lain: yang tercantum dalam
buku, dan membuat teks dalambuku menjadi berarti,” paparnya.
Dijelaskannya, terkadang
hanya dengan membaca buku saja siswa akan merasa jenuh dan tidak dapat
meresapi penjelasan dalam buku. Study Lingkungan memberikan solusi
masalah ini, karena siswa dapat secara langsung terjun ke lapangan melihat atau
mengamati objek pembelajaran.
“Hal itu
menjadikan isi dalam buku menjadi lebih menarik untuk dipelajari.Seterunsya
mengembangkan sikap ingin tahu Pelajar dan memeperluas pengertian Study
Lingkungan adalah program pembelajaran siswa langsung ke lapangan,”
katanya.
Dilanjutkannya, dengan
melihat dan mengamati secara otomatis akan timbul perasaan ingin tahu siswa dan
keinginan siswa untuk lebih banyak bertanya karena tidak mampu menjelaskan
fenomena yang ia amati secara langsung di lapangan.
Dengan mendapatkan
penjelasan secara langsung dari pakar, siswa akan lebih banyak tahu tentang
objek pembelajaran dibandingkan hanya sekedar membaca buku.Seterusnya
menyediakan pengalaman melalui objek, tempat, situasi dan hubungan anatar
manusia yang tidak dapat disediakan di kelas.
“Dengan melakukan
pengamatan langsung ke lingkungan objek pembelajaran siswa akan lebih mengenal
ciri-ciri dan karakteristik lingkungan yang khas sesuai dengan objek yang
diteliti,” terangnya.
Mengenalkan siswa,
jabarnya, tentang kemungkinan bidang kerja atau karir yang bisa mereka
masuki sesuai dengan cita-cita mereka. Study lingkungan dapat menumbuhkan
rasa tertarik siswa terhadap objek yang diamati, mungkin saja setelah kegiatan
selesai siswa akan lebih banyak mencari tahu untuk memuaskan rasa
ketertarikannya terhadap objek yang diamati.
Hal itu
menyebabkan siswa ingin bekerja sesuai dengan bidang yang siswa minati
ketika mengamati objek. Dengan terjun langsung ke lapangan siswa akan
menyatu dengan komunita baru di luar kelas sehingga akan ada hal-hal baru
yang menarik dan unik.
Ketika study
Lingkungan berlangsung siswa akan menemui hal-hal baru yang baginya
menarik, hal-hal baru ini akan ia share dengan teman-teman sehingga akan
menambah keakraban.Melalui kegiatan study lingkungan siswa dituntut untuk dapat
membuat laporan yang baik dengan cara berkelompok, laporan yang baik tidak
mungkin terwujud apabila tidak ada kerjasama yang baik antar siswa dalam suatu
kelompok, memberikan suasana rekreasi di tengah rutintas yang tyerkadang
menjemukan .
“Kepadatan situasi
pembelajaran dalam kelas dan mungkin juga rasa bosan terhadap lingkungan yang
dari hari kehari hanya itu-itu saja membuat siswa menjadi jenuh. Dengan
diadakannya study lingkungan akan memberikan relaksasi dan penyegaran di tengah
kepadatan pembelajaran dalam kelas yang monoton," ujar Manaor Baharuddin.
(PS/BERMAWI)
Kepala SMAN 2 Padangsidimpuan Manaor Baharuddin Tampubolon

