POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN –Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru LPA Kota Padangsidimpuan, Senin (12/8/2025), di Hotel Mitra Gunungtua. Kegiatan ini juga dirangkai dengan kunjungan kerja Ketua LPA Sumut ke SMK Negeri 1 Padangbolak sebagai bagian dari penguatan program perlindungan anak di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
SK bernomor 120/LPA-SU-SK/VII/2025 tersebut menetapkan susunan pengurus baru LPA Kota Padangsidimpuan, dengan Ardi Husein Hasibuan sebagai Ketua, Muhammad Royi NST sebagai Wakil Ketua, Muhammad Haryadi sebagai Sekretaris, Ikhwan Al Ashari Daulay sebagai Wakil Sekretaris, dan Dody sebagai Bendahara. Struktur baru ini diharapkan mampu mengakselerasi berbagai program perlindungan anak di daerah yang telah menyandang predikat Kota Layak Anak.
Dalam arahannya, Muniruddin Ritonga menekankan bahwa tantangan perlindungan anak saat ini semakin kompleks, terutama akibat pengaruh teknologi digital, game daring (online), serta maraknya peredaran narkoba yang menyasar kelompok usia remaja. “Perkembangan teknologi yang pesat dan peredaran narkoba yang meluas berpotensi merusak moral dan akhlak generasi muda jika tidak diantisipasi secara serius,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, LPA Sumut tengah membangun program Satuan Tugas Perlindungan Anak di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga satuan khusus di sekolah. Program ini dirancang agar advokasi dan perlindungan hak anak berjalan terstruktur, sistematis, dan masif. Muniruddin juga mengingatkan bahwa hanya pengurus yang tercantum dalam SK resmi yang berwenang menjalankan mandat LPA di Kota Padangsidimpuan di bawah kepemimpinan LPA Sumut.
Ketua LPA Kota Padangsidimpuan, Ardi Husein Hasibuan, menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan generasi anak yang beriman, berakhlak, bermoral, dan cerdas. “Kami ingin keberadaan LPA benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ardi.
Kepengurusan baru ini mendapat penguatan dari latar belakang para pengurus yang sarat pengalaman di bidang sosial dan pendidikan. Ketua terpilih, misalnya, pernah mengikuti pelatihan mediasi profesional lintas agama dan masyarakat sipil yang diselenggarakan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina di Medan, serta terlibat aktif dalam program pencegahan ekstremisme kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diinisiasi Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada. Sekretaris umum juga memiliki rekam jejak sebagai mantan Ketua Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumatera Utara.
Dalam masa awal kepemimpinannya, pengurus LPA Kota Padangsidimpuan memiliki dua prioritas utama: membentuk Forum Daerah Perlindungan Anak dan menyusun kepengurusan LPA di tingkat kecamatan serta kelurahan. Kedua agenda ini dinilai strategis untuk memperkuat jaringan perlindungan anak yang berbasis komunitas, sehingga upaya pencegahan dan penanganan masalah anak dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan.
Dengan komposisi kepengurusan yang memadukan aktivis, akademisi, dan organisatoris, LPA Kota Padangsidimpuan diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang responsif terhadap tantangan era digital, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang tangguh dan berdaya saing.(PS/BERMAWI)
