POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia kembali menjadi ajang unjuk prestasi bagi dunia pendidikan. MAN 2 Padangsidimpuan sukses mengukir pencapaian luar biasa dengan meraih juara 1 dan 2 dalam lomba baris-berbaris tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Padangsidimpuan yang digelar di Alun-alun Kota pada Minggu (17/08).
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler, khususnya baris-berbaris, tidak sekadar simbol kedisiplinan, melainkan juga sarana pembentukan karakter siswa. Menurut pandangan pendidikan modern, kompetisi semacam ini berfungsi sebagai “laboratorium sosial” di mana siswa belajar mengelola emosi, mempraktikkan kerja sama tim, serta melatih konsistensi. Hal ini terlihat jelas dari performa tim Deville OSIS dan Deville Pramuka MAN 2 Padangsidimpuan yang berhasil menampilkan kekompakan prima.
Secara ilmiah, proses latihan baris-berbaris melibatkan aspek psikologis dan fisik. Disiplin gerakan membutuhkan koordinasi motorik yang baik, sementara kekompakan pasukan menuntut sinergi kognitif antarindividu. Aryo Bimo Kurniawan Secapraja, komandan pleton tim Deville OSIS kelas XI IPA 4, menegaskan bahwa kemenangan mereka lahir dari kolaborasi 32 anggota pasukan. “Setiap keringat yang jatuh saat latihan ternyata Allah ganti dengan kebahagiaan luar biasa,” ujarnya penuh rasa syukur.
Sementara itu, tim Deville Pramuka yang dipimpin Zakaria, siswa kelas XII IPA 6, berhasil meraih posisi juara 2 dengan perjuangan penuh dinamika. Ia menekankan bahwa keberhasilan mereka tidak terlepas dari peran guru pembina dan motivasi antaranggota. Dari perspektif teori motivasi, pengalaman Zakaria dan pasukannya memperlihatkan pentingnya faktor dukungan sosial dalam meningkatkan ketahanan psikologis menghadapi tekanan kompetisi.
Para guru pembina, seperti Lucky A. Richman, Surya Adi Putra, Makmul Siddiq Harahap, Anti Khairani Rambe, Ulfa Chairani Lubis, dan Sasniar Harahap, berperan bukan hanya sebagai pelatih teknis, tetapi juga fasilitator pembelajaran nilai. Mereka menanamkan semangat pantang menyerah dan disiplin yang, menurut kajian pedagogi, merupakan kompetensi afektif penting dalam pendidikan abad 21.
Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, SH, M.Pd., menilai prestasi ini sebagai manifestasi semangat kemerdekaan yang nyata. “Ini bukan sekadar juara, tapi bukti nyata bahwa generasi muda kita mampu menjaga dan meneruskan nilai perjuangan. Madrasah kita diberi hadiah indah di HUT RI ke-80, setelah sebelumnya juga sukses dengan pasukan 80,” tegasnya.
Dengan demikian, kemenangan ganda MAN 2 Padangsidimpuan bukan hanya catatan prestasi, melainkan juga model pembelajaran kontekstual. Siswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mengimplementasikan nilai kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab dalam praktik nyata. Dari sudut pandang pendidikan karakter, inilah wujud integrasi antara kurikulum formal dengan pembinaan ekstrakurikuler yang berorientasi pada pembentukan generasi unggul.(PS/BERMAWI)

