POSKOTASUMATERA.COM–PADANGSIDIMPUAN- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, masyarakat Desa Perkebunan PK, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung meriah pada Minggu (17/8/2025). Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, tetapi juga sarana edukasi sosial dan penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Kepala Desa Perkebunan PK, Lumalo Harahap, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan menjadi wadah penting untuk menanamkan semangat gotong royong. “Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga membangun kebersamaan dan mengajarkan nilai perjuangan melalui cara yang sederhana namun bermakna,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan bagaimana perayaan tradisional masih relevan untuk memperkuat solidaritas sosial.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat adalah lomba membuat tumpeng. Lomba ini memiliki nilai ilmiah dalam hal seni kuliner dan simbolisme budaya. Tumpeng, yang berbentuk kerucut, melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta sekaligus keberlimpahan rezeki. Melalui lomba ini, masyarakat dapat belajar tentang estetika, gizi, dan kreativitas dalam penyajian makanan tradisional yang sarat nilai filosofi.
Selain itu, panjat pinang tetap menjadi magnet utama bagi warga, khususnya anak muda. Dari perspektif ilmiah, lomba ini melatih koordinasi motorik, kekuatan fisik, dan strategi tim. Namun lebih dari itu, panjat pinang juga mencerminkan semangat perjuangan yang penuh tantangan—bahwa untuk mencapai sesuatu yang berharga, dibutuhkan kerja keras dan kekompakan.
Tidak kalah seru, lomba lari yang diadakan di lapangan desa turut menghidupkan suasana. Secara kesehatan, lomba ini memberikan edukasi mengenai pentingnya olahraga dalam menjaga kebugaran tubuh. Olahraga lari meningkatkan kapasitas paru-paru, memperkuat jantung, serta menumbuhkan jiwa sportivitas di kalangan peserta. Dengan cara yang menyenangkan, masyarakat diajak untuk menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik.
Kegiatan lain yang turut menyedot perhatian adalah lomba belajar, sebuah inovasi yang jarang ditemui dalam perayaan HUT RI di desa. Lomba ini menguji kemampuan anak-anak dalam membaca, berhitung, dan memahami materi pelajaran sederhana. Dari sudut pandang pendidikan, lomba ini menjadi strategi kreatif untuk menumbuhkan minat belajar sejak dini sekaligus menciptakan suasana kompetisi yang sehat.
Secara keseluruhan, perayaan HUT RI ke-80 di Desa Perkebunan PK berhasil menghadirkan harmoni antara hiburan, olahraga, budaya, dan pendidikan. Dengan konsep yang ilmiah sekaligus menarik, kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk aktivitas yang mendidik dan menguatkan ikatan sosial. Seperti harapan Kepala Desa Lumalo Harahap, momentum ini diharapkan terus berlanjut sebagai tradisi tahunan yang memperkokoh jati diri bangsa di tingkat lokal.(PS/BERMAWI)

