Puskesmas Sitinjak Luncurkan Program PKG 2025: Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar SD hingga SMA

/ Sabtu, 02 Agustus 2025 / 07.37.00 WIB

Kepala UPT. Puskesmas Sitinjak, Holida Hannum, S.Tr.Keb,

POSKOTASUMATERA.COM– TAPANULI SELATAN– Dalam upaya memperkuat kesadaran dan pembiasaan gaya hidup sehat sejak usia dini, Puskesmas Sitinjak resmi meluncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) 2025 yang menyasar pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Program ini mulai digulirkan pada awal Agustus 2025 dengan menyambangi sekolah-sekolah secara bertahap di wilayah kerja Puskesmas Sitinjak. Dengan slogan edukatif “PKG Sudah Dimulai, Are You Ready? Tunggu Kedatangan Kami di Sekolah Kamu!”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah proaktif dalam deteksi dini masalah kesehatan pada anak dan remaja.


Kepala UPT. Puskesmas Sitinjak, Holida Hannum, S.Tr.Keb, menjelaskan bahwa PKG merupakan bentuk intervensi preventif yang berbasis bukti (evidence-based practice), sekaligus mendukung target Universal Health Coverage untuk kelompok usia sekolah. “Anak-anak dan remaja merupakan fase kritis dalam pertumbuhan. Melalui PKG, kita bisa mendeteksi dini gangguan kesehatan yang kerap luput dari perhatian, dan menanamkan pemahaman bahwa sehat itu harus dimulai dari mengetahui kondisi tubuh sendiri,” ujar Holida kepada media, Jum'at (1/8/2025).


Jenis pemeriksaan yang ditawarkan dalam PKG sangat komprehensif, meliputi status gizi, tekanan darah, gula darah, dan deteksi dini penyakit menular dan tidak menular. Pemeriksaan untuk tuberkulosis, anemia, serta risiko talasemia menjadi fokus penting, terutama pada remaja putri yang rentan terhadap kekurangan zat besi. Di sisi lain, aspek kesehatan indera seperti mata, telinga, serta kesehatan mulut dan gigi juga tak luput dari perhatian. Kesehatan jiwa dan edukasi reproduksi juga diberikan secara bijak dan sesuai dengan usia perkembangan siswa.


Menariknya, program ini juga mengintegrasikan pemeriksaan riwayat imunisasi bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, guna melengkapi data dukung untuk program imunisasi nasional. Sementara itu, asesmen aktivitas fisik, pola makan, serta kebiasaan merokok menjadi indikator penting dalam pemetaan risiko penyakit kronis masa depan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa intervensi semacam ini sangat efektif dalam menurunkan prevalensi penyakit tidak menular sejak usia sekolah.


Tak sekadar pemeriksaan, PKG juga diiringi dengan edukasi interaktif tentang pentingnya pola hidup sehat. Melalui pendekatan partisipatif, pelajar diajak memahami secara langsung mengapa konsumsi makanan tinggi gula, rendah serat, atau minim aktivitas fisik dapat membahayakan tubuh dalam jangka panjang. Bahkan, praktik senam bersama dan penyuluhan gizi menjadi bagian integral dari kegiatan di beberapa sekolah.


Respons dari pihak sekolah menunjukkan dukungan penuh. Kepala sekolah menyambut baik kunjungan tim kesehatan, yang dianggap sebagai sinergi konkret antara sektor pendidikan dan kesehatan. Beberapa sekolah bahkan menjadikan kegiatan PKG sebagai bagian dari program UKS dan agenda peningkatan kualitas hidup peserta didik. Hal ini menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya investasi kesehatan pada generasi muda.


Dengan kolaborasi lintas sektor, antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, program PKG 2025 bukan hanya menjadi sarana skrining kesehatan massal, tetapi juga titik awal dalam menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya kesehatan preventif. “Salam sehat selalu. Ayo manfaatkan kesempatan ini, karena sehat itu dimulai dari tahu kondisi tubuhmu,” tutup Holida Hannum penuh semangat.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: