Upacara HUT RI ke-80 di MAN 2 Padangsidimpuan: Merajut Persatuan, Menyongsong Masa Depan

/ Minggu, 17 Agustus 2025 / 16.59.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL-Di halaman utama MAN 2 Padangsidimpuan, Minggu pagi (17/8/2025), bendera Merah Putih berkibar gagah diiringi lantunan lagu Hari Merdeka. Namun lebih dari sekadar simbol, momen itu menjadi cermin kebersamaan lintas generasi: guru, siswa, pegawai, hingga masyarakat sekitar hadir dalam balutan pakaian adat nusantara. Dari ulos Mandailing hingga kebaya Jawa, semua berpadu menjadi satu warna Indonesia.


Upacara peringatan HUT RI ke-80 ini berlangsung khidmat sekaligus penuh nuansa humanis. Kehadiran Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dengan busana ulos bukan hanya mempertegas identitas lokal, tetapi juga menandai tekad untuk membawa kearifan budaya sebagai bekal menghadapi masa depan. “Tradisi bukanlah beban, melainkan akar yang membuat kita kuat menghadapi badai zaman,” ungkap salah seorang guru usai upacara.


Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, SH., M.Pd., yang bertindak sebagai pembina upacara, membacakan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Pesan utamanya menekankan pentingnya persatuan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital. “Tema Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju bukan sekadar slogan. Ini adalah agenda masa depan yang menuntut keberanian kita untuk adaptif, kreatif, dan tetap berakar pada jati diri bangsa,” tegasnya.


Suasana semakin hangat ketika para siswa diajak merenungi makna kemerdekaan. Bukan hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga membayangkan peran mereka kelak dalam membangun Indonesia yang lebih maju: berdaya saing di era teknologi, mandiri dalam ekonomi, serta adil dalam pemerataan pembangunan.


Bagi siswa-siswi MAN 2, peringatan ini menjadi ruang belajar yang nyata: belajar tentang sejarah, memahami keberagaman, sekaligus menyiapkan diri sebagai generasi masa depan. “Kami ingin jadi generasi yang bisa membawa nama baik bangsa, dengan ilmu, karya, dan semangat gotong royong,” ujar salah satu siswa yang menjadi anggota paduan suara.


Upacara kemudian ditutup dengan ajakan reflektif. Seluruh civitas akademika MAN 2 sepakat bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk menatap masa depan bersama. “Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan dalam tindakan nyata—dari hal kecil seperti disiplin dan saling menghargai, hingga kontribusi besar bagi masyarakat dan negara,” pungkas Kepala MAN 2 Padangsidimpuan.


Dengan demikian, peringatan HUT RI ke-80 di MAN 2 Padangsidimpuan tidak hanya menjadi kilas balik sejarah, tetapi juga sebuah janji: janji generasi muda untuk terus merajut persatuan, menjaga identitas, dan menyiapkan Indonesia yang lebih maju di masa depan.(PS/BERMAWI)




Komentar Anda

Terkini: