Home Visit dan Skrining Kesehatan Jiwa: Upaya Puskesmas Batu Horpak Jangkau Warga di Tano Tombangan Angkola

/ Selasa, 09 September 2025 / 09.48.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN-Kecamatan Tano Tombangan Angkola menjadi perhatian serius Puskesmas Batu Horpak dalam meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat. Melalui program home visit yang dipadukan dengan kegiatan skrining kesehatan jiwa, tenaga medis secara langsung mendatangi rumah-rumah warga di Kelurahan Panabari Senin (9/5-2025). Langkah ini menjadi wujud nyata pendekatan pelayanan promotif dan preventif yang berorientasi pada masyarakat.


Kepala Puskesmas Batu Horpak, Friska Silalahi, SKM, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar pemeriksaan rutin, melainkan upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan jiwa di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi kesehatan mental sering kali luput dari perhatian, padahal memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup individu maupun lingkungan sosial.


“Kami ingin memastikan bahwa kesehatan jiwa tidak lagi dipandang sebelah mata. Dengan turun langsung ke rumah warga, kami bisa lebih cepat mendeteksi masalah, sekaligus memberi edukasi bagaimana menjaga kesehatan mental di tengah tantangan kehidupan sehari-hari,” ujar Friska.


Metode skrining dilakukan dengan pendekatan ilmiah menggunakan instrumen standar penilaian kesehatan jiwa. Tim kesehatan mendata gejala stres, kecemasan, maupun depresi yang mungkin dialami warga. Dengan demikian, kasus-kasus ringan dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih berat. Selain itu, warga juga diberi edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan sosial dan ekonomi.


Dalam konteks kesehatan masyarakat, kegiatan home visit terbukti efektif menjangkau kelompok rentan yang sering kali enggan atau tidak mampu mengakses layanan kesehatan di fasilitas medis. Kehadiran tenaga kesehatan di rumah warga menciptakan suasana yang lebih terbuka dan humanis, sehingga pasien merasa nyaman untuk menyampaikan keluhan maupun kondisi psikologis yang dialami.


Friska menambahkan, “Banyak masyarakat yang sebenarnya membutuhkan pendampingan, tetapi enggan datang ke fasilitas kesehatan karena faktor stigma maupun keterbatasan akses. Melalui program ini, kami hadir langsung, mendengar keluhan mereka, dan memberikan solusi yang tepat sesuai kebutuhan.”


Program ini juga selaras dengan paradigma Community Oriented Primary Care (COPC) yang menekankan integrasi pelayanan medis dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan mendekatkan pelayanan ke rumah warga, Puskesmas Batu Horpak menunjukkan peran strategis sebagai garda terdepan dalam sistem kesehatan nasional, terutama dalam aspek promotif-preventif.


Hasil awal dari skrining di Panabari menunjukkan adanya sebagian warga yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut, baik melalui konseling rutin maupun rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Temuan ini menjadi data penting bagi Puskesmas untuk menyusun strategi intervensi yang lebih terarah, berbasis bukti (evidence-based practice).


Melalui program ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Inisiatif Puskesmas Batu Horpak bukan hanya mendeteksi masalah, tetapi juga membangun budaya baru di masyarakat: berani bicara tentang kesehatan mental, mencari bantuan, dan saling mendukung. Dengan demikian, Kecamatan Tano Tombangan Angkola dapat menjadi contoh penerapan layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas yang berkesinambungan.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: