POSKOTASUMATERA.COM– PADANGSIDIMPUAN – Pagi yang teduh di halaman SMAN 6 Padangsidimpuan, Senin (01/09/2025), menjadi saksi kepedulian seorang pendidik terhadap masa depan generasi muda dan suasana damai kota. Kepala sekolah, Hasmaruddin Nasution, S.Pd., M.Pd., dengan suara tenang namun penuh makna, mengajak siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Padangsidimpuan.
Hasmaruddin menuturkan, sekolah sejatinya bukan sekadar ruang untuk mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga tempat lahirnya kesadaran sosial, moral, dan kebangsaan. “Di sinilah kita belajar bukan hanya tentang matematika dan bahasa, tapi juga tentang bagaimana hidup berdampingan dengan rukun dan damai,” ujarnya sambil menatap para siswa yang mendengarkan dengan khidmat.
Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa tantangan era digital kian kompleks. Arus informasi di media sosial sering kali datang tanpa verifikasi yang jelas. Kondisi ini bisa menimbulkan salah paham bahkan konflik, terutama di kalangan generasi muda yang tengah mencari jati diri. “Literasi digital adalah tameng kita. Siswa harus pintar memilah, guru harus jadi pendamping bijak, agar kita tidak terjerat oleh informasi yang menyesatkan,” tambahnya.
Bagi Hasmaruddin, pendidikan karakter menjadi pondasi utama. Ia menekankan bahwa berdasarkan banyak kajian, paparan informasi negatif tanpa filter dapat merusak konsentrasi belajar, bahkan membentuk pola pikir yang sempit. Karena itu, ia menegaskan pentingnya membangun benteng moral agar siswa tidak mudah terprovokasi.
Guru, menurutnya, memiliki peran ganda yang tak tergantikan. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan yang menghadirkan kebijaksanaan. “Kalau guru mampu menunjukkan sikap rasional, kritis, dan sabar, murid pasti meneladani. Dari sinilah lahir generasi yang kuat menghadapi gejolak sosial,” katanya dengan penuh harap.
Tak hanya guru, tenaga kependidikan pun mendapat sorotan penting. Keteladanan mereka dalam bersikap profesional dan netral diyakini menjadi energi positif yang menjaga suasana damai di sekolah. “Sekolah yang tenteram akan memberi sumbangan nyata bagi kondusifitas kota. Kita ingin Padangsidimpuan menjadi rumah besar yang aman untuk semua,” ucap Hasmaruddin.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan etika, persatuan, dan disiplin sebagai dasar bertindak. Bagi Hasmaruddin, menjaga suasana sekolah berarti ikut menjaga wajah kota. Senyum para siswa yang mengangguk setuju sore itu seolah menjadi bukti, bahwa pesan moral sang kepala sekolah telah menyentuh hati mereka. (PS/BERMAWI)
