Posyandu Aek Parupuk: Sentuhan Hangat Desa untuk Generasi Emas dan Lansia Tangguh

/ Selasa, 09 September 2025 / 22.50.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM– TAPANULI SELATAN – Senyum riang anak-anak dan wajah teduh para lansia tampak mewarnai balai desa Aek Parupuk, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Selasa (9/9/2025). Suasana sederhana namun penuh kehangatan itu hadir lewat kegiatan Posyandu Lansia dan Balita, yang menjadi ruang perjumpaan antara harapan masa depan dan kebijaksanaan usia senja.


Bagi Lasmatiur  Lumbantobing (37), seorang ibu muda, posyandu bukan sekadar tempat menimbang berat badan anaknya. Ia mengaku, pemberian makanan tambahan bergizi seperti susu dan telur dari posyandu sangat membantu keluarganya. “Kalau di rumah, kadang kami kesulitan menyiapkan makanan bergizi lengkap. Dengan adanya posyandu, anak saya tetap bisa mendapat gizi tambahan,” ujarnya sambil mendampingi balitanya yang asyik bermain.


Tak hanya para ibu, wajah-wajah lansia pun tampak sumringah. Erikson Lumbantobing (58), seorang petani, merasa diperhatikan ketika tekanan darahnya diperiksa oleh kader posyandu. “Biasanya kalau sakit baru kami pergi berobat. Di posyandu ini, kami bisa tahu kondisi kesehatan lebih awal. Rasanya diperhatikan sekali,” tuturnya.


Kepala Desa Aek Parupuk, R. Panggabean, SH, menegaskan bahwa perhatian pada balita dan lansia adalah prioritas. “Dana Desa kami arahkan tepat sasaran, karena kesehatan mereka adalah investasi jangka panjang bagi desa. Balita adalah generasi emas, dan lansia adalah orang tua kita yang harus terus sehat,” ungkapnya penuh empati.


Di balik lancarnya kegiatan ini, peran para ibu PKK dan kader posyandu begitu terasa. Ketua PKK Desa Aek Parupuk, Friska Seriana Tampubolon, dengan sabar mendampingi para ibu dan lansia. Ia percaya, kesadaran kolektif adalah kunci. “Kesehatan bukan hanya urusan tenaga medis, tetapi juga kebersamaan warga. Kami ingin semua merasa memiliki program ini,” katanya sambil membagikan bubur bergizi.


Selain layanan kesehatan, posyandu juga membawa nilai kebersamaan. Ibu-ibu saling bertukar cerita tentang pola makan anak, sementara para lansia saling mengingatkan untuk menjaga pola hidup sehat. Suasana hangat ini membuat posyandu tidak hanya sekadar layanan, tetapi juga menjadi ruang sosial yang memperkuat ikatan warga desa.


Secara ilmiah, posyandu berperan penting mencegah stunting pada anak dan mengurangi risiko penyakit degeneratif pada lansia. Namun di Desa Aek Parupuk, manfaatnya lebih dari itu: ia menghadirkan rasa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang menjadi denyut kehidupan desa.


Kegiatan sederhana ini membuktikan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus mewah. Dengan kebersamaan, perhatian tulus, dan sentuhan lokal, Desa Aek Parupuk menegaskan satu hal: kesehatan adalah warisan terbaik yang bisa dititipkan kepada generasi dan dihormati dari para pendahulu.

(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: