POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN — Peristiwa longsor kembali terjadi di wilayah rawan pergerakan tanah di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada Selasa malam (2511/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, longsor sepanjang kurang lebih 30 meter melanda kawasan bukit di Desa Aek Nabara, tepat di sisi kiri jalur penghubung Padangsidimpuan–Sibolga, Kecamatan Angkola Barat. Material tanah dan batu menutup seluruh badan jalan sehingga arus lalu lintas macet total selama lebih dari 24 jam.
Menurut pengamatan lapangan, kondisi longsor dipicu oleh intensitas hujan sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Angkola Barat sejak sore hari. Secara geologis, struktur bukit di Aek Nabara didominasi tanah lempung dengan tingkat kohesi rendah, sehingga mudah jenuh air dan berpotensi bergerak ketika menerima beban air berlebih. Faktor kemiringan lereng yang curam juga menjadi pemicu tingginya kerentanan pada jalur tersebut.
Akibat tertutupnya ruas utama ini, sejumlah kendaraan, termasuk mobil tangki pengangkut BBM menuju SPBU di kawasan Padangsidimpuan, tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu suplai bahan bakar dalam waktu dekat jika proses penanganan tertunda. Antrian kendaraan mulai mengular di kedua sisi jalan sejak malam hingga dini hari.
Salah satu warga, Bidang Simatupang, yang berada di sekitar lokasi longsor, menyampaikan bahwa warga dan pengendara telah memanfaatkan jalur alternatif agar mobilitas masyarakat tidak terhenti total. Untuk kendaraan roda dua dari Padangsidimpuan menuju Sibolga, pengalihan dilakukan melalui Dusun Hutalambung, Desa Parsalakan, hingga ke Tobotan. Sementara bagi perjalanan dari arah Sibolga menuju Padangsidimpuan, pengendara diarahkan dari Tobotan ke kanan menuju Huta Lombang, meski jalur ini memiliki kontur jalan sempit dan tidak didesain untuk lalu lintas padat.
Secara teknis, penggunaan jalur alternatif ini memang memungkinkan, namun hanya aman untuk kendaraan roda dua dan sebagian roda empat berukuran kecil. Pihak pemerintah desa dan masyarakat setempat turut melakukan pengaturan lalu lintas manual untuk meminimalkan risiko kecelakaan, mengingat kondisi jalan licin dan minim penerangan.
Pada Rabu pagi, alat berat milik Pemkab Tapanuli Selatan telah diturunkan ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi material longsor. Tim gabungan dari BPBD, Dinas PUTR, dan aparat kecamatan bekerja membuka akses jalan dari dua sisi, mengingat pentingnya jalur tersebut sebagai penghubung logistik antarwilayah. Pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa jam, tergantung intensitas hujan dan kestabilan tebing.
Hingga laporan ini diturunkan, petugas mengimbau masyarakat dan pengendara untuk tetap berhati-hati dan memilih jalur alternatif sementara. BPBD juga telah melakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil. Pemerintah Kecamatan Angkola Barat menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama hingga akses utama pulih sepenuhnya.(PS/BERMAWI)
