Anggaran Belasan Miliar Dipertanyakan, Proyek Jalan Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala Tanpa Plang Informasi

/ Minggu, 17 Mei 2026 / 19.27.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pekerjaan, pelaksanaan Proyek Preservasi Jalan (PJNW) Pekerjaan Jalan Nasional Provinsi Aceh desa Lawe Serke ruas Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, menuai sorotan. Proyek yang disebut menelan anggaran belasan miliar rupiah tersebut diduga minim transparansi lantaran tidak terlihat papan informasi proyek di area pekerjaan.

Saat tim media meninjau langsung ke lokasi, aktivitas pengerjaan jalan masih berlangsung dengan sejumlah alat berat beroperasi. Material timbunan dan proses pengaspalan tampak dilakukan di beberapa titik ruas jalan. Namun, papan plang proyek yang seharusnya memuat informasi penting seperti nilai kontrak, sumber anggaran, nama pelaksana, volume pekerjaan, masa pengerjaan, hingga identitas perusahaan pelaksana, tidak terlihat terpasang di sekitar lokasi.

Tidak adanya papan proyek tersebut membuat pihak ketiga atau perusahaan (PT) yang mengerjakan proyek tersebut tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat maupun awak media terkait siapa pelaksana pekerjaan yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Padahal, keterbukaan identitas perusahaan pelaksana dinilai sangat penting agar publik dapat mengetahui pihak yang mengerjakan proyek sekaligus memastikan adanya pengawasan terhadap mutu dan kualitas pekerjaan di lapangan.

Salah seorang masyarakat yang melintas di lokasi dan meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku heran dengan minimnya informasi pada proyek tersebut.

“Kalau proyek sebesar ini seharusnya jelas siapa yang mengerjakan. Sampai sekarang tidak ada papan proyek, jadi masyarakat tidak tahu PT mana yang mengerjakan. Ini yang jadi tanda tanya bagi kami,” ujarnya kepada media, Minggu (17/05/2026). 

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, proyek tersebut disebut menelan anggaran belasan miliar rupiah, namun kondisi pekerjaan di lapangan dinilai perlu mendapat pengawasan ketat.

“Kami dengar anggarannya besar, belasan miliar. Karena itu kualitas pekerjaan harus benar-benar diawasi dan dijamin sesuai standar. Jangan sampai nanti cepat rusak,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan papan proyek sangat penting sebagai bentuk transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dan awak media untuk melakukan kontrol sosial terhadap progres maupun kualitas pekerjaan.

“Kalau identitas perusahaan pelaksananya jelas, tentu pengawasan dari masyarakat juga lebih maksimal. Ini demi memastikan hasil pekerjaannya benar-benar berkualitas,” katanya.

Tidak adanya papan informasi proyek dinilai bertentangan dengan prinsip Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mewajibkan setiap pekerjaan konstruksi memasang papan nama proyek di lokasi yang mudah dilihat masyarakat.

Awak media dan masyarakat berharap instansi terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai identitas perusahaan pelaksana, besaran anggaran, progres pekerjaan, serta target penyelesaian proyek tersebut agar pengawasan publik terhadap kualitas pekerjaan dapat berjalan maksimal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai tidak terlihatnya papan proyek serta identitas perusahaan yang mengerjakan Proyek Preservasi Jalan Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala Aceh Tenggara tersebut. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: